PosKupang/

Frans Paksa Siswi SMA Bersetubu Lalu Dikasih HP

Saat pulang sekolah sudah gelap, dia (Frans Manao) cegat saya lalu paksa saya. Itu terjadi April 2017. Dia ancam mau bunuh saya kalau saya tidak ikut

Frans Paksa Siswi SMA Bersetubu Lalu Dikasih HP
Youtube
Ilustrasi pencabulan 

POS KUPANG.COM,SOE -NB (16), siswi kelas 2 SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melaporkan Frans Manao (56) kepada polisi di Polres TTS, Rabu (13/9/2017).

Frans memaksanya korban melakukan hubungan intim lalu memberikannya sebuah handphone GStar dan uang Rp 50.000.Kejadian itu pada bulan April 2017 lalu, saat NB pulang sekolah malam hari.

"Saat pulang sekolah sudah gelap, dia (Frans Manao) cegat saya lalu paksa saya. Itu terjadi April 2017. Dia ancam mau bunuh saya kalau saya tidak ikut dia punya mau," kata NB, usai memberikan laporan di Polres TTS, Rabu (13/9/2017) sore.

NN datang ke Polres didampingi orangtuanya, Yunus B dan Susana L beserta keluarga lain. Istri pelaku, Anatci F juga ikut mengantar korban ke polisi.

Hadir juga anggota Reskrim Polres TTS, Brigpol Rudy Soik.
Menurut NB, perkosaan dilakukan Frans sebanyak tiga kali di waktu berbeda.

"Dia ancam agar saya tidak beritahukan hal ini kepada orangtua saya. Saya sekarang hamil dan pada bulan September saya telah memberitahu ke orangtua," kata NB.

NB mengatakan, dia akan tetap memelihara anak ini dan dia akan tetap bersekolah. "Kasus ini tetap diproses hukum, tidak ada damai," kata NB.

Yunus memastikan akan terus memproses kasus ini sampai tuntas. "Beta (saya,Red) mau proses. Beta sonde (tidak,Red) mau dia urus secara adat. Karena anak mau lanjut sekolah. Beta marah karena dia potong beta pung anak punya nasib," kata Yunus.

Meski tidak menerima perilaku pelaku, Susana mengatakan, mereka akan memelihara cucu yang dikandung oleh NB itu. "NB harus melanjutkan sekolah. Anaknya nanti kami piara," kata Susana.

Istri pelaku, Anatci mengatakan, dia tidak tinggal bersama Frans, suaminya sejak sembilan bulan lalu. Karena Frans membakar rumah bulat mereka.

Anatci sangat sedih dan meminta maaf kepada korban dan keluarga korban atas perilaku suaminya itu. Jika harus diproses hukum, Anatci mendukungnya.

Usai pemeriksaan, korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help