PosKupang/

Begini Produksi Bawang Merah di Nangalili, Lembor Selatan, Manggarai Barat

Ini perkembangan soal produksi bawang merah di Kabupaten Manggarai barat yang setiap waktu meningkat

Begini Produksi Bawang Merah di Nangalili, Lembor Selatan, Manggarai Barat
Pos Kupang/Servan Mammilianus
Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH Dulla (kanan) dan Wakil Bupati Manggarai Barat, drh Maria Geong saat panen bawang merah di Lembor

Laporan wartawan Pos Kupagn, Servan Mammilianus

POS KUPANG.COM, LEMBOR - Sebanyak 43,2 ton bawang merah dipanen setiap hektarnya di Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada musim panen tahun 2017 ini.

Dari jumlah tersebut, hasil kering per hektarnya 26 ton per hektar.

Bawang merah di desa itu dibudidaya oleh dua kelompok tani, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Wela Pada dan Kelompok Tani Lembo Nai. Jumlah total luas lahannya 7 hektar.

Panen simbolis bawang merah pada dua kelompok itu, berlangsung pada Hari Kamis (14/9/2017).

Produksi bawang merah tahun 2017 ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2016 lalu, hasil per hektarnya, basah 24 ton per hektar dan kering 15 ton per hektar.

Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, saat panen simbolis meminta para petani untuk serius membudidayakan bawang agar hasilnya terus meningkat.

Selain bupati, Wakil Bupati Mabar Maria Geong juga hadir.
"Hasil panen bawang dijual ke mana saja yang penting bisa menjadi uang dan asal tidak mencuri. Harus terus bekerja keras, menanam dan mesti ada hasil," kata Agustinus.

Ditambahkannya, harga bawang merah per Kg sebesar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu tergolong tinggi karena mengalahkan harga beras per Kg.

Kepala Desa Nangalili, Candu M Tahir, saat itu meminta kepada pemerintah Kabupaten Mabar agar menyumbang traktor bajak, mesin pompa air, kawat duri untuk pagar, alat semprot, alat pengolahan kacang mete, pestisida gulma dan pupuk.

"Untuk nelayan, kesulitan kami yaitu alat penangkapan ikan yang tidak memadai, tempat penampungan ikan, alat pengawetan ikan dan jembatan tempat sandar perahu motor," kata Candu. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help