PosKupang/

Tukang dan Pemilik Rumah di Botin Leobele Berseteru, Kasus Bergulir ke Ranah Hukum

Benediktus merasa dirugikan karena Primus yang berprofesi sebagai tukang tidak mau menyelesaikan kewajibannya.

Tukang dan Pemilik Rumah di Botin Leobele Berseteru, Kasus Bergulir ke Ranah Hukum
pos kupang
Mediasi dilakukan polisi melibatkan Benediktus beserta anggota keluarganya dengan Primus dan keluarganya di Mapolsek Sasitamean. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Polsek Sasitamean memediasi kasus dugaan wanprestasi yang melibatkan Benediktus Seran Nahak dan Primus Selan, warga Dusun Oetatunu, Desa Takarai, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, Selasa (12/9/2017).

Proses mediasi di Mapolsek Sasitamean berakhir buntu.

Benediktus merasa dirugikan karena Primus yang berprofesi sebagai tukang tidak mau menyelesaikan kewajibannya.

Padahal primus sudah menerima pembayaran 89 persen dari total pembayaran, sedangkan fisik di lapangan belum mencapai presentase yang dibayarkan.

Primus bersikukuh tak mau melanjutkan pekerjaan tersebut dan siap untuk menghadapi gugatan perdata.

Dia merasa malu jika harus melanjutkan pekerjaan tersebut karena sudah sampai ke pihak kepolisian.

Primus marah karena merasa dilecehkan oleh Benediktus yang diduga sering memanggilnya dengan nama-nama binatang.

Kasus ini dimulai tahun 2014 ketika Primus mengikat perjanjian dengan Benediktus untuk melakukan pengerjaan plester bangunan rumahnya.

Keduanya sepakat harga Rp 6 juta untuk melakukan pekerjaan tersebut. Pembayaran pun dilakukan secara cicil beberapa kali sesuai progress fisik di lapangan.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help