PosKupang/

Konsumen Pertalite di Pulau Sumba Meningkat

Prediksi penggunaan Pertalite 5000 liter per hari ternyata menjadi 40 ribu liter per hari.

Konsumen Pertalite di Pulau Sumba Meningkat
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI
Branch Marketing Manager Pertamina Fanda Chrismianto sedang berdiskusi dengan Pengawas P3 TBBM Tenau Imanuel Peni terkait penyaluran Pertalite, di TBBM Tenau, Rabu (3/5/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Hermina Pello

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pertamina Wilayah NTT mendistribusi Pertalite ke Pulau Sumba sejak tiga bulan lalu. Pengguna Pertalite meningkat tajam.

Pihak Pertamina mengaku kewalahan melayani permintaan konsumen di Pulau Sumba.

"Kami cukup kewalahan karena pertalite di Sumba itu pengguna cukup tinggi. Dari 40 ton pertalite yang diprediksi 20 hari ternyata hanya lima hari saja," kata Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah NTT, Fanda Chrismianto saat ditemui di kantornya, Selasa (12/9/2017).

Untuk penggunaan Pertalite terjadi kenaikan yang cukup tinggi karena di Sumba tiga bulan lalu Pertalite masuk dan Pertamina kewalahan karena kiriman satu paket tanker diprediksi 20 hari hanya 5 hari.

Prediksi penggunaan Pertalite 5000 liter per hari ternyata menjadi 40 ribu liter per hari.

Untuk Dexkite juga naik tapi konsumen adalah kontraktor, jadi bukan kendaraan. Solar non subsidi juga tumbuh.

Ganda mengatakan secara market share, premium masih banyak sedangkan Pertalite market share naik karena sebelumnya masyarakat diberikan Premium dan Pertamax.

"Ada orang yang sayang dengan mesin kendaraan dan mampu tapi kalau Pertamax lebih mahal dan saat masuk Pertalite maka konsumen pindah ke situ," katanya.

Mengenai penggunaan Pertamax, Fanda mengungkapkan pada bulan Januari dan Februari tumbuh tapi bulan Maret turun karena harga naik sehingga Pertamina melakukan promosi hasil dinikmati pada bulan Mei dan Juni positif bertumbuh.

Pada bulan Juli - Agustus terjadi kenaikan penggunaan Pertamax karena Pertamina melakukan monitor di SPBU karena ada keluhan dari konsumen bahwa sering habis.

"Ternyata bukan masyarakat tidak mau membeli tapi
ketersediaan Pertamax di SPBU yang tidak ada," jelasnya.(*)

Penulis: hermina_pello
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help