PosKupang/

Gaspar Bria Ancam Lapor Kepala Desa Takarai ke Wakil Bupati Malaka

Ini alasannya mengapa Gaspar Bria nekad untuk mengadukan kepala desa Takarai kepada wakil bupati Malaka

Gaspar Bria Ancam Lapor Kepala Desa Takarai ke Wakil Bupati Malaka
Pos Kupang/Dion Kota
Seorang warga Desa Takarai sedang membuka kran air dari kran sumur bor yang tidak pernah ada airnya 

Laporan wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN - Gaspar Bria warga dusun Haukase, Desa Takarai, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka mengaku geram dengan pihak desa Takarai.

Ia kesal karena sumur bor yang dikerjakan di atas tanahnya sudah setahun tidak pernah difungsikan.

Akibatnya, generator, bak penampung air dan perpipaan yang sudah dipasang di dusun Haukase mubazir alias tidak dimanfaatkan.

Geram dengan hal itu, Gaspar berjanji mengancam akan melaporkannya kepada Wakil Bupati Malaka, Drs. Daniel Asa.

"Mana sudah setahun dikerjakan air tidak pernah keluar. Uang dana desa sudah habis 350 juta untuk kerja bor air ini. Namun bor habis air tidak tahu keluar. Tunggu saya akan lapor pak wabup Daniel biar mereka kena marah. Kalau kita mengadu ke mereka (pihak desa, red) tidak hiraukan," ujar Gaspar dengan nada tinggi kepada Pos Kupang, Rabu (13/9/2017) di kediamannya.

Untuk ketahui, proyek pemboran air, pembangunan bak air dan instalasi perpipaan dibangun di atas tanah milik Gaspar. Namun sayangnya, karena sumur bor dalam tersebut tak berfungsi,
Gaspar terpaksa harus menempuh jarak setengah Kilo meter untuk mengambil air di Kali Baurasa.

"Mereka bor habis air tidak keluar. Bangun bak air, pasang pipa air tetapi air tidak pernah ada. Kami masih tetap ambil air di kali. Susah pak kami ambil air jauh," keluhnya sambil menunjukkan pipa air yang mubazir.

Terkait dengan hal itu, Pos Kupang sempata mendatangi Kntor Desa Takarai namun tidak menemui kepala desa dan stafnya. Padahal saat itu baru pukul 11 Wita.

Pos Kupang sempat mencoba menghubungi nomor telepon Kepala Desa Takarai, Serafina Meak.

Serafina yang mengangkat telepon dari pos kupang enggan dikonfirmasi lewat telepon. Dirinya meminta pos kupang untuk datang bertemu langsung ke kantor desa.

"Hari ini saya ada acara keluarga di Numponi. Besok saja pak datang ke kantor baru kita bicara soal dana desa," ujar singkat sebelum menutup telepon. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help