PosKupang/

Wacana Pembangunan Bendungan Weliman, Begini Tanggapan Kadis Tanaman Pangan Malaka

Sebelum dikerjakan, Dinas PU perlu melakukan perhitungan teknis terkait pembangunan bendungan Weliman.

Wacana Pembangunan Bendungan Weliman, Begini Tanggapan Kadis Tanaman Pangan Malaka
dion kota
TANGGUL JEBOL -Air masih menggenangi area tanggul yang jebol di Desa Kleseleon, Kecamatan Weliman. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus mendukung pembangunan bendungan Weliman. Jika terealisasi maka dapat memenuhi kebutuhan irigasi persawahan di wilayah Malaka Barat.

Dia mengusulkan agar sebelum dikerjakan, Dinas PU perlu melakukan perhitungan teknis terkait pembangunan bendungan Weliman.

"Memang jika kali Weliman dibendung diperkirakan bisa mengairi sekitar 1.000 lahan irigasi di Malaka Barat. Namun, kita perlu membuat perhitungan teknis karena untuk membuat bendung anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit," kata Yustinus saat ditemui Senin (11/9/2017).

Yustinus mengatakan pembangunan bendungan Weliman harus didahului dengan pembangunan saluran irigasi sekunder dan cacing di Malaka Barat.

Hal tersebut dimaksudkan ketika bendung Weliman selesai dikerjakan bisa langsung terkonek dengan saluran irgasi yang telah dibangun sebelumnya.

Terkait niatan tiga desa yaity desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun untuk membendung kali dengan menggunakan dana desa, Yustinus mempersilakan hal tersebut.

Asalkan hal tersebut tidak menyalahi juknis penggunaan dana desa.

"Kalau dijuknis memperbolehkan silakan saja. Tetapi saya anjurkan untuk terlebih dahulu dilakukan perhitungan teknis, agar plot anggarannya tidak kurang. Karena dugaan saya, untuk membuat bendung anggaran yang dibutuhkan mencapai Miliaran bahkan menyentuh angka triliun," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga desa di Kecamatan Malaka Barat yaitu, Desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun mengalami gagal tanam dan gagal panen padi akibat ketiadan air.

Sekitar 100 Ha lahan padi meranggas akibat air dari bendung benenain tak lagi mencapai lahan pertanian warga. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help