PosKupang/

Pertamina NTT Bantah Kelangkaan Premium Bertujuan Mengganti dengan Pertalite

Habisnya stok premium di SPBU karena terjadi keterlambatan pengiriman premium dari Pertamina. Ada kerusakan mobil tangki.

Pertamina NTT Bantah Kelangkaan Premium Bertujuan Mengganti dengan Pertalite
pos kupang
Fanda Chrismianto 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Hermina Pello

POS KUPANG.COM, KUPANG - Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah NTT, Fanda Chrismianto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Kupang menyusul terjadi kelangkaan premium.

Fanda mengungkapkan kelangkaan premium disebabkan distribusi premium dari Pertamina ke SPBU terhambat.

Dia membantah informasi yang beredar bahwa kelangkaan premium bertujuan mengganti dengan pertalite.

"Saya mohon maaf bagi konsumen yang kesulitan mencari premium karena keterlambatan distribusi dari Pertamina," ucap Fanda saat ditemui di kantornya, Selasa (12/9/2017).

Fanda meluruskan opini masyarakat yang mengkhawatirkan premium hilang diganti pertalite.

"Premium tidak akan hilang. Saya ingin pastikan bahwa tidak seperti itu. Habisnya stok premium di SPBU karena terjadi keterlambatan pengiriman premium dari Pertamina. Ada kerusakan mobil tangki," tambahnya.

Fanda menjelaskan dua unit mobil tangki yang rusak yakni mobil dengan kapasitas 24 KL dan kapasitas 16 KL sehingga total kehilangan daya angkut 40 Kl.

Alasan kedua, yakni ada kerusakan pompa pengisian premium ke mobil tangki.

"Satu pompa alami kerusakan sehingga timbulkan antrian pada saat pengisian," ujar Fanda.

Fanda menegaskan stok premium yang kosong itu tidak ada hubungan dengan kekhawatiran dari masyarakat.

"Itu murni karena dua sebab. Langkah yang dilakukan untuk perbaikan pompa sudah selesai dan mulai hari ini pengisian berjalan normal dan untuk mobil tangki yang rusak maka saat ibu menggunakan mobil tangki cadangan untuk industri untuk membantu pengiriman ke SPBU sambil menunggu selesai diperbaiki," jelasnya.

Fanda mengakui ada sejumlah pengiriman yang tidak tersalur karena dari 360 KL premium yang seharusnya maka yang tersalurkan hanya bisa 288 KL sehingga ada kekurangan 72 KL dan rencana akan dikirim di hari ini untuk recoveri.

"Mudah mudahan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama untuk proses recoveri," katanya.(*)

Penulis: hermina_pello
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help