PosKupang/

Mantan Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang Klarifikasi Demo Orangtua Murid

TPF Yayasan Muhammadiyah Kupang secepatnya menangani persoalan ini agar jangan sampai berlarut-larut

Mantan Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang Klarifikasi Demo Orangtua Murid
pos kupang
Orangtua murid demo di halaman SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang, Senin (11/9/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Andri Atagoran

POS KUPANG.COM, KUPANG - Mantan Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang, Saadiah Saleh merasa menjadi korban terkait aksi unjuk rasa orangtua murid SD Muhammadiyah 1, Senin (11/9/2017).

Orangtua murid menuntut Saadiah mengembalikan dana tabungan siswa yang diduga disalahgunakan.

Saadiah mengatakan, saat pertama kali memegang kendali atas dana tabungan siswa tersebut pada 2014, saldo tabungan dalam posisi nol rupiah dan tidak ada laporan keuangan dari kepala sekolah sebelumnya, Fachrudin Prasong.

"Saya mengendalikan dana tabungan siswa tersebut tahun 2014, dan itu saya buka baru karena posisi tabungan waktu itu nol rupiah saat saya terima jabatan dari pak Fachrudin Prasong. Waktu itu beliau bilang ke saya bahwa tabungan di Koperasi Nasari sudah ditarik semua sehingga posisinya nol rupiah dan hanya ada deposito sebesar Rp 382 juta," jelas Saadiah saat ditemui, Selasa (12/9/2017).

Setelah berjalan selama satu tahun, pada Juni 2015 terjadi penarikan besar-besaran oleh orangtua murid karena saat itu bertepatan dengan puasa dan liburan lebaran.

Saldo tabungan saat itu menjadi minus karena orangtua murid menarik dana tabungan berdasarkan akumulasi pembukuan tabungan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah dan saat dirinya menjabat.

"Otomatis saya harus berusaha bagaimana caranya, sehingga saya melakukan break deposito di mana saya mengambil dana dari deposito untuk menutup kekurangan penarikan dana tabungan murid tersebut. Dan saya punya semua bukti fisik yang sudah saya serahkan kepada tim pencari fakta (TPF) Yayasan Muhammadiyah Kupang," kata Saadiah.

Saadiah berharap TPF Yayasan Muhammadiyah Kupang secepatnya menangani persoalan ini agar jangan sampai berlarut-larut.

Saadiah juga berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini ke belakang kerena dia hanya melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh para kepala sekolah sebelumnya.

"Saya hanya melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh kepala sekolah sebelumnya mulai dari pak Christian Anwar, Ibu Saudah P Boleng dan Pak Fachrudin Prasong. Saya berharap jangan kita mencari kambing hitam siapa di antara siapa. Harapan saya pihak yayasan secepatnya mengambil sikap, datangkan empat mantan kepala sekolah supaya kita bisa lihat di mana letak kesalahan waktu itu," tutur Saadiah.

Saadiah mengaku siap menanggung segala konsekuensi jika benar terbukti menyalahgunakan uang tersebut.

Dia mengatakan, memiliki bukti fisik dan laporan keuangan yang akan dipertanggujawabkan olehnya.

"Mari kita sama-sama duduk, saya mau bawakan semua pembuktian dan kita lihat siapa sebenarnya yang bermasalah. Saat saya pegang kendali posisi keuangan sudah bermasalah. Saya yakin saya tidak bersalah karena hanya menerima dalam kondisi bermasalah dan saya hanya berniat untuk menyelamatkan keadaan waktu itu. Saya siap menghadapi semua konsekuensi dalam bentuk apa pun," ujar Saadiah.(*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help