PosKupang/

Ketua Umum PPP Berada di Kupang, Tegaskan Partainya Terbuka untuk Semua Kalangan  

PPP saat ini terbuka untuk mengakomodir semua kalangan untuk maju menjadi anggota legislatif dan pemimpin eksekutif

Ketua Umum PPP Berada di Kupang, Tegaskan Partainya Terbuka untuk Semua Kalangan   
andri atagoran
Ketua Umum PPP, Romahurmuzy berdiskusi dengan staf redksi Pos Kupang di Kantor Redaksi Pos Kupang, Selasa (12/9/2017) 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ir H M Romahurmuziy, MT mengatakan, PPP saat ini terbuka untuk mengakomodir semua kalangan untuk maju menjadi anggota legislatif dan pemimpin eksekutif baik di tingkat daerah dan nasional. 

Romahurmuziy menambahkan jika sebelumnya PPP masih mengakomodir figur-figur tertentu, sekarang PPP telah terbuka dengan mengedepankan pendekatan kearifan lokal untuk setiap daerah.

“Trend politik agama saat ini tidak lagi diandalkan sebagai basis untuk mempreroleh suara. Sehingga PPP membuka diri untuk kearifan lokal dan mengakomodir setiap figur dari semua kalangan di tingkat lokal maupun nasional yang mau bergabung dengan PPP dalam usaha membangun bangsa ini,” kata Romahurmuziy saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pos Kupang, Selasa (12/9/2017).

Romahurmuziy mencontohkan dengan melakukan pendekatan kearifran lokal, PPP telah meningkatkan perolehan kursi di beberapa daerah di Indonesia.

“Ada beberapa kabupaten di Papua itu perolehan kursi PPP meningkat sangat signifikan karena mengakomodir putra daerah terbaik dari berbagai kalangan untuk maju menjadi anggota  legislatif,” ujar Romahurmuziy.

Romahurmuziy mengatakan, fenomena kesalehan  ritual jauh lebih terpotret hari ini daripada dua puluh tahun silam. Seiring dengan meningkatnya kesalehan ritual, menurut Romahurmuziy, ada penyeberangan pemilih dari pemilih religius ke pemilih nasionalis dan tidak pernah ada penyeberangan pemilih dari pemilih nasional ke pemilih religius. 

“Kalau kita lihat hari ini total suara partai nasionalis itu kurang lebih 69%, sedangkan partai religius PPP, PKB, PAN, PKS itu sekitar 31%. Dulu di tahun 1955 partai religius itu 44 % dan partai nasionalis sekitar 56%. Artinya ini suatu fenomena yang buat kami menarik untuk didiskusikan,” ujar Romahurmuziy. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help