PosKupang/

Berita Timor Rote Sabu

Waduh, Uang Remunerasi Pegawai RSUD SoE Mau Dipotong Rp 800.000 per Orang

Pegawai RSUD SoE di Kabupaten TTS, memprotes manajemen setempat. Karena uang remunerasi mereka akan dipotong sebesar Rp 800.000.

Waduh, Uang Remunerasi Pegawai RSUD SoE Mau Dipotong Rp 800.000 per Orang
Rikardus Sareng
Rikardus Sareng, KTU RSUD SoE 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE – Pegawai RSUD SoE di Kabupaten TTS memprotes manajemen setempat. Karena uang remunerasi mereka akan dipotong sebesar Rp 800.000.

Menurut sumber Pos Kupang di RSUD SoE, pemotongan uang remunerasi sebesar Rp 800.000 per orang itu dilakukan manajemen sebagai kompensasi pembayaran kasus kematian ibu dan anak yang terjadi di RSUD SoE beberapa waktu lalu.

Pembayaran ganti rugi itu sebesar Rp 200 juta yang sudah dibayarkan oleh pihak RSUD SoE kepada keluarga korban.

"Katanya untuk bayar ganti rugi yang sudah dikasihkan oleh rumah sakit ke keluarga korban ibu dan anak yang meninggal di rumah sakit beberapa bulan lalu itu. Jelas kami tidak mau karena itu bukan tanggung jawab kami,” kata sumber yang enggan menyebutkan namanya, Sabtu (9/9/2017) siang.

Sumber mengatakan, uang remunerasi semua pegawai di RSUD SoE belum dibayar sejak bulan Januari hingga September 2017 tanpa alasan.

Dan ketika akan dibayarkan bulan September 2017 ini, kata sumber, diadakan rapat dan manajemen minta persetujuan pegawai untuk pemotongan dana remunerasi sebesar Rp 800.000 per pegawai.

Namun para pegawai tidak menyetujuinya. Jumlah pegawai di RSUD TTS sekitar 300-an orang yakni PNS dan non pns. Jika setiap orang dipotong Rp 800.000 maka totalnya sebesar Rp 240.000.000.

Sumber berharap, dalam pembagian uang remumerasi yang akan dilakukan bulan September ini manajemen tidak merealisasikan rencana pemotongan itu.

Jika dipotong maka sumber berjanji akan menginformasikan hal ini kepada wartawan.

Direktur RSUD SoE, Ria Tahun dikonfirmasi melalui KTU Rikardus Sareng, membenarkan uang remunerasi pegawai yang belum dibayar sejak Januari hingga September. Alasannya karena tim remunerasi belum menyelesaikan hasil perhitungan remunerasi pegawai dimaksud.

Rikardus juga membantah manajemen akan melakukan pemotongan dana remunerasi sebesar Rp 800.000 per pegawai. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help