Ini Total Uang Tabungan Murid SD 1 Muhammadiyah Kota Kupang Yang Diduga Dikorupsi

Ini penjelasan ketua tim pencari fakta terkait dugaan korupsi di SD Muhammadiyah Kupang

Ini Total Uang Tabungan Murid SD 1 Muhammadiyah Kota Kupang Yang Diduga Dikorupsi
Pos Kupang/Andri Atagoran
Ketua TPF Yayasan Muhammadiyah Kupang, Haji Markhotib SH MH (ketiga dari kiri) saat bertatap muka dengan orangtua murid di SD 1 Muhammadiyah Kota Kupang, Senin (11/9/2017) 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS KUPANG.COM, KUPANG - Puluhan orangtua murid SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang, Senin (11/9/2017) melakukan aksi unjuk rasa di halaman sekolah SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang.

Mereka menuntut mantan kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Kota Kupang, SS dan beberapa kepala sekolah sebelumnya yang terindikasi menyalahgunakan uang tabungan murid agar mengembalikan uang tersebut.

Ketua tim pencari fakta (TPF) Yayasan Muhammadiyah Kupang yang menangani kasus tersebut, Haji Markhotib, SH.MH mengatakan, total jumlah uang tabungan murid yang bermasalah tersebut sebesar Rp 615 juta.

"Dalam temuan sementara TPF, sejak 2012 ada empat Kepala sekolah yang terindikasi melakukan tindakan penyalahgunaan uang tabungan murid tersebut dengan total nilai yang disalahgunakan sebesar Rp 615 juta," ujar Markhotib saat bertatap muka dengan orangtua murid sesaat setelah unjuk rasa.

Markhotib menambahkan, pihaknya sudah melakukan penelitian, kajian dan inventarisir persoalan ini secara terus menerus tapi belum sampai pada titik final.

"Kami lakukan pemeriksaan terhadap para kepala sekolah sebelumnya yang bertanggungjawab. Satu kepala sekolah yang bersedia mengganti sebesar Rp 215 juta, satu kepala sekolah mau bertanggungjawab sebesar Rp 31 juta, dan bahkan ada yang terindikasi menyalahgunakan sebesar Rp 300 juta tetapi belum menyatakan kesediaan secara tertulis untuk bertanggungjawab," lanjut Markhotib.

Satu di antara orangtua murid, Jufri mengatakan, pihak yayasan harus mengambil alih persoalan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

"Kami minta secepatnya uang itu kembali, jangan janji-janji terus. Maunya kami uang itu secepatnya kembali daripada ditabung dan tidak ada gunanya malah disalahgunakan," kata Jufri. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help