PosKupang/

Ini Penyebab Pasokan Listrik di Mbay Terganggu Sebulan Terakhir

Usut punya usut, ternyata pemadaman tersebut dikarenakan ada pemasangan mesin baru berkapasitas 500 KW.

Ini Penyebab Pasokan Listrik di Mbay Terganggu Sebulan Terakhir
pos kupang
Supervisor PLN Sub Ranting Mbay, Primus bersama mesin baru 500 KW yang baru dipasang. Gambar diambil Senin (11/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY - Sebulan terakhir, pasokan listrik kepada pelanggan di Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo terganggu. Listrik sering mati hidup.

Kondisi tersebut menganggu aktivitas masyarakat. Sontak saja muncul reaksi negatif masyarakat.

Usut punya usut, ternyata pemadaman tersebut dikarenakan ada pemasangan mesin baru berkapasitas 500 KW.

Supervisor PLN Sub Ranting Mbay, Primus mengatakan, gangguan pasokan listrik kepada pelanggan beberapa waktu terakhir karena ada pemasangan meain baru sebesar 500 KW untuk memperkuat daya yang ada.

"Ternyata mesin baru belum connect secara sempurna dengan sistem pada mesin yang lama. Akibatnya, pasokan listrik ke pelanggan terganggu," kata Primus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/9/2017).

Ia mengatakan, saat ini daya yang ada di PLN Mbay sebesar
3,140 MW dan terpakai 2,340 MW.

"Masih ada cadangan 900 KW. Jadi dari ketersediaan daya, tidak masalah dan seharusnya tidak terganggu. Kecuali force majore," katanya.

Primus mengatakan, saat ini pihaknya masih membenahi sistem yang ada. Kalau sistem sudah stabil, kata Primus, tidak akan ada lagi listrik padam.

"Mesin baru butuh adaptasi dengan mesin lama," ujarnya.

Primus mengungkapkan saat ini masih ada 1000 lebih calon pelanggan dalam daftar tunggu.

Ia menegaskan, terjadinya daftar tunggu bukan karena defisit daya tapi karena daya beli calon pelanggan.

Sementara program pasang baru yang sempat moratorium akhirnya dibuka kembali Desember 2016.

Program pasang baru tersebut, katanya, termasuk untuk daya 900 VA dan 450 VA. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help