Pilkada Manggarai Timur

Frans Sarong Unggul di Manggarai Timur Berdasarkan Survei Indo Barometer

Demikian keterangan yang diperoleh dari IB, Senin (11/9/2017). IB yang berbasis di Jakarta adalah sebuah

Frans Sarong Unggul di Manggarai Timur Berdasarkan Survei Indo Barometer
POS KUPANG/EDY HAYON
Paket Sarnas (Frans Sarong- Yohanes Nahas) mengikuti fit and proper test di Partai Demokrat Provinsi NTT, Sabtu (2/9/2017). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Survei bakal calon Bupati Manggarai Timur yang dilakukan Indo Barometer (IB) Jakarta, menempatkan Fransiskus (Frans) Sarong untuk sementara jauh mengungguli sejumlah kandidat lainnya.

Melalui pertanyaan terbuka, elektabilitas mantan wartawan Kompas itu menyentuh 57,5 persen.

Demikian keterangan yang diperoleh dari IB, Senin (11/9/2017). IB yang berbasis di Jakarta, adalah sebuah lembaga survei kredibel dan hingga sejauh ini masih mengantongi reputasi baik.

Menurut keterangan pihak IB, survei yang waktu pengumpulan datanya selama dua pekan yakni sejak 25 Agustus hingga 2 September 2017, melibatkan 400 responden dengan margin of error sekitar 4,9 persen.

Baca: Ibrahim Medah Sebut Frans Sarong Kaya Pengalaman

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random. Sementara teknik pengumpulan datanya melalui wawancara tatap muka responden yang dipandu kuisioner.

Selain itu, hasil survei juga menyebutkan tingkat pengenalan Frans Sarong di Manggarai Timur mencapai 75,7 persen. Dari sisi ini, Frans Sarong kalah bersaing dengan Agas Andreas yang tingkat pengenalannya mencapai 97 persen. Namun tingkat kesukaan terhadap Frans Sarong justru melonjak menyentuh angka 98 persen.

Ketika diminta tanggapannya terkait hasil survei IB ini, Frans Sarong hanya mengaku baru mengetahuinya dari sebatas kabar lepas.

"Saya masih menunggu laporan hasilnya dari IB. Tapi kalau memang demikian posisinya, itu adalah hasil kerja keras tim SarnNas (akronim paket Fransiskus Sarong -Nahas Yohanes) bersama para pendukungnya menerobos medan berat melakukan sosialisasi selama kurang lebih dua tahun ini," tutur mantan Kepala Biro Kompas wilayah Bali, NTB dan NTT (2003 -2013) tersebut. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help