Ini Alasan Danrem 161 Wirasakti Kupang Prihatin Dengan Warga Pulau Kera

Mau tahu, apa hal yang membuat Danrem 161 Wirasakti Kupang prihatin dengan kehidupan warga Pulau Kera

Ini Alasan Danrem 161 Wirasakti Kupang Prihatin Dengan Warga Pulau Kera
Istimewah
Danrem 161 Wirasakti Kupang dan Istri saat disambut warga Pulau Kera 

Laporan wartawan Pos Kupang, Maria A.E. Toda

POS KUPANG.COM, KUPANG - Menjelang Hut Ke 72 TNI tahun 2017, Korem 161/Wira Sakti menggelar bhakti sosial atau Bhaksos pembagian sembilan bahan pokok (Sembako) kepada masyarakat Pulau Kera dan masyarakat Desa Uiasa Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Sabtu (09/09/2017).

Kegiatan Bhaksos tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E.,M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Kasrem, Para Kasi Korem dan Dandim 1604/Kupang.

Kehadiran Danrem beserta rombongan di dua lokasi kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat para tokoh masyarakat dan warga setempat.

Seperti di Pulau Kera masyarakat yang sudah berkumpul di halaman Mushola Dahrul Bahar menantikan kesempatan bertatap muka dengan Danrem.

Ketua RW Hamdan Saba menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Danrem dan rombongan dalam rangka Bhaksos tersebut serta mengutarakan beberapa hal tentang kondisi masyarakat Pulau Kera yang hampir seluruhnya bermatapencahrian sebagai nelayan yang menurutnya masih butuh perhatian terkait status kependudukan, pendidikan bagi anak-anak mereka dan perlunya bantuan sosial sebagai wilayah yang terisolir.

"Hidup dan kondisi kami ibarat buah simalakama dengan kondisi begini", Sebut Hamdan yang mengaku sudah berdiam di Pulau Kera hampir duapuluh tahunan, seraya berharap adanya perbaikan dan perhatian terhadap nasib mereka.

Menanggapi hal tersebut Danrem 161/Wira Sakti mengatakan bahwa tujuan utama kehadiran di Pulau Kera adalah untuk melihat kondisi pulau tersebut dan masyarakat yang mendiaminya sekaligus Bhaksos pembagian Sembako dalam rangka Hut Ke 72 TNI tahun 2017.

Kemudian hal ini juga sebagai kesempatan untuk bersilahturahmi menjalin kebersamaan dan persaudaraan.

Terkait kondisi masyarakat Pulau Kera Danrem merasa prihatin dengan kehidupan masyarakat yang kebutuhannya tergantung dari Kota Kupang.

Kemudian juga terkait kondisi dimana anak-anak tidak bersekolah dan tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak.

"Semuanya dikembalikan kepada masyarakat Pulau Kera yang semestinya mau untuk melakukan perubahan nasib dengan kondisi saat ini", sebut Danrem. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help