PosKupang/

Dosen Unwira Kupang Ini Usul Polisi Jangan Lagi Musnahkan Arak, Alasannya Menakjubkan

Kesalahan pandang itu karena arak hanya dimanfaatkan sebagai minuman keras (miras), dan jika dikonsumsi berlebih maka

Dosen Unwira Kupang Ini Usul Polisi Jangan Lagi Musnahkan Arak, Alasannya Menakjubkan
Pos Kupang/Teni Jenahas
Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto memusnahkan miras, Selasa (15/8/2017) 

Oleh: Gerardus D. Tukan
Dosen Biokimia FMIPA Unwira Kupang

POS KUPANG.COM - Arak (sopi atau moke), keberadaannya telah dipandang secara salah selama ini. Arak hanya dimengerti sebatas minuman beralkohol dan salah satu bahan psikotropika yang bersifat memabukan dan menyebabkan kecanduan bagi yang mengonsumsinya.

Kesalahan pandang itu karena arak hanya dimanfaatkan sebagai minuman keras (miras), dan jika dikonsumsi berlebih maka menimbulkan mabuk dan menjadi salah satu pemicu kerawanan sosial. Karenanya, lahirlah berbagai peraturan dan undang-undang untuk menertibkan keberadaannya.

Operasi penyitaan arak pun dilakukan di pasar-pasar tradisional, di agen-agen penjualan, di pelabuhan penyeberangan, di kapal-kapal, terminal dan di lokasi produksi.

Lalu, pemusnahan arak hasil sitaan dilakukan di depan umum setelah melewati sambutan para pembesar setempat, ditonton banyak orang dan dipublikasikan media massa.

Pengertian yang benar dari arak adalah larutan yang mengandung alkohol. Di dalam larutan itu terdapat air sebagai pelarut, dan etanol sebagai zat terlarut. Etanol (C2H5-OH), merupakan jenis alkohol.

Alkohol merupakan senyawa kimia yang memiliki gugus fungsi (gugus khas yakni OH), dengan rumus kimia umum R-OH. R merupakan simbol rantai senyawa (suatu untaian yang terdiri dari atom-atom unsure yang berikatan).

Ada banyak jenis senyawa alkohol serta sifatnya. Perbedaan itu ditentukan oleh panjang serta bentuk untaian rantai R. Perbedaan jenis serta sifat alkohol itu menentukan fungsi dan kegunaan dari tiap alkohol.

Etanol, secara alamiah dan kimiawi, terbentuk dari proses fermentasi gula atau glukosa, dengan bantuan mikroba Saccharomyces cerevisiae, bahan yang mengandung gula yang dapat difermentasi menghasilkan etaol adalah tuak manis, ubi kayu, beras, jagung, buah-buahan yang manis, dan lain-lain.

Bahan lain yang merupakan glukosa rantai panjang dan kompleks (selulosa), dapat juga menjadi bahan baku etanol. Misalnya rumput, kayu, kertas dan lain-lain, namun harus melewati tahap pemotongan rantai secara kimiawi untuk menghasilkan rantai-rantai pendek yang rasanya manis, dan kemudian difermentasi menghasilkan etanol.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help