Berita Timor Rote Sabu

Staf Ahli Mentan RI: Namanya Handphone Itu Onhand Bukan Bagphone atau Laci Phone

Menurutnya, bekerja di kementerian pertanian setiap hari harus selalu ada laporan yang masuk.

Staf Ahli Mentan RI: Namanya Handphone Itu Onhand Bukan Bagphone atau Laci Phone
POS KUPANG/EDY BAU-
Staf Ahli Mentan RI, Dr. Ani Andayani didampingi Bupati Belu, Willy Lay dan Kepala BPTP Provinsi NTT, Dr. Syamsudin pada Panen Simbolis Bawang merah jenis tuk-tuk di Dusun Weraihenek, Desa Kabuna, Kabupaten Belu, Kamis (7/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--"Begitu ditelepon, harus seperti pak bupati (Bupati Belu, Willy Lay, red) itu. Kalau saya telepon pak bupati lebih cepat angkat dari pada ibu Ina (Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Belu, Sabina Mau Taek, red),"

Demikian kritikan yang disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Kementerian Pertanian RI Dr. Ani Andayani dalam sambutannya pada acara panen bawang merah jenis tuk-tuk milik Kelompok Tani Manebala Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, bekerja di kementerian pertanian setiap hari harus selalu ada laporan yang masuk.

Sehingga dirinya akan selalu meminta laporan dari daerah yang mendapat intervensi program kementerian.

"Karena ibu ina itu bag phone. Ponselnya ditaruh di tas kemudian kalau ada telepon masuk, masih buka tas dulu. Jadi kuncinya bekerja dengan kami, tiap hari harus ada laporan data masuk. Dan kami tiap hari lapor ke pak menteri," ujarnya.

Dia berterimakasih kepada Kadis TPHP Belu, Sabina Mau Taek yang selama ini telah bekerja baik untuk program padi, jagung, kedelai, dan juga dukungan terhadap hortikultura.

Namun sebagai kepala dinas harus lebih cepat tanggap dan bekerja cepat.

"Kobarkan semangat terus. Kalau dihubungi cepat tanggap. Jadi jangan ditelepon kemudian adanya di bagphone, bukan handphone. Atau adanya di laci phone bukan di handphone. Khan tidak ada orang bilang itu bag phone tapi hand phone artinya telepon itu on hand," tegasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2017, Kabupaten Belu mendapat kegiatan pendampingan kawasan perbatasan berorientasi eksport di dua kecamatan yaitu Kakuluk Mesak dan Raihat.

Di Kecamatan Kakuluk Mesak ada di Desa Kabuna yang melibatkan 14 kelompok tani dengan luas lahan untuk pengembangan bawang merah tuk-tuk seluas enam hektare. Juga untuk lamtro teramba.

Sedangkan untuk Kecamatan Raihat, terdapat kegiatan pengembangan cabai rawit seluas lima hektare, terung dan tomat masing-masing satu hektare yang melibatkan empat kelompok tani. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved