Pilkada Manggarai Timur

Sebelum Beri Rekomendasi, PDIP Panggil Para Bakal Calon Bupati, Ini Tujuannnya

Sebelum memberikan rekomendasi kepada calon yang akan diusung dalam Pilkada Matim 2018, PDIP akan memanggil para bacabup

Sebelum Beri Rekomendasi, PDIP Panggil Para Bakal Calon Bupati, Ini Tujuannnya
Net
PDIP

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Hilarius Ninu

POS-KUPANG.COM, BORONG - Ketua Bappilu DPC PDIP Manggarai Timur (Matim), Roni Agas menegaskan, sebelum memberikan rekomendasi kepada calon yang akan diusung dalam Pilkada Matim 2018, PDIP akan memanggil para bacabup yang melamar melalui PDIP.

"Kami sudah didesak dan diminta oleh DPP PDIP Provinsi NTT agar segera memanggil para kandidat yang melamar melalui PDIP guna menanyakan partai mana yang sudah sepakat memberikan dukungan kepada kandidat tersebut.PDIP Matim di DPRD Matim hanya memilikki 3 kursi maka itu perlu koalisasi."

Maka itu, sejauh mana usaha para kandidat membangun koalisasi kami akan tanya agar PDIP Matim bisa memberikan dukungan yang jelas bagi kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada Matim. Apalagi untuk maju harus memilikki enam kursi," papar Roni, ketika ditemui Pos Kupang di Borong, Selasa (5/9/2017) pagi.

Roni menjelaskan, ada tiga kandidat yang melamar ke DPC PDIP Matim yakni Wili Nurdin-Syadan Odom (Wintas), Kapolres Manggarai, AKBP Drs. Marselis Sarimin K,M.Pd dan Stefanus Papu.

"Nanti ketiga kandidat ini kami tanya sudah ada dukungan dari partai mana. Sebelum Ketua Umum DPP PDIP, Megawati menandatangani surat rekomendasi. Kami pun tidak ingin ketika rekomendasi keluar PDIP Matim tidak ikut dalam pertarungan Pilkada Matim 2018. Maka itu, kami akan adakan rapat lalu partai mana yang sudah mendukung kandidat akan kami sampaikan ke DPP PDIP agar dukungan PDIP kepada kandidat yang sudah pasti ikut Pilkada Matim," ujar Roni, anggota DPRD Matim.

Roni mengatakan, koalisi bersama partai lain ini penting karena PDIP di Matim hanya memilikki 3 kursi sehingga kandidat yang melamar akan ditanya sejauhmana upayanya membangun koalisasi dengan partai lain.

"Biar dukungan dari PDIP jelas dan tidak sia-sia kepada kandidat. Jangan dukungan sudah diberikan kandidatnya tidak ikut pilkada," tegas Roni.

Ditegaskan Roni, PDIP sampai sekarang belum menetapkan kandidat mana yang diusung dalam Pilkada Matim. Pasalnya, PDIP memiliki mekanisme yang jelas.

"Sebelum penetapan perlu ada koalisi dengan partai lain. Koalisi dengan partai perlu dibuktikan dengan surat dukungan. Kami juga tidak ingin PDIP menjadi penonton saja dalam Pilkada Matim. Maka itu, para kandidat perlu kami panggil guna menanyakan partai mana yang sudah memberikan dukungan.  Biar kalau ada dukungan dari PDIP paket tersebut bisa ikut bertarung," ujar Roni. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help