PosKupang/

Pendamping Tidak Hanya Urus Dana Desa

Ia mengatakan itu setelah berkali-kali melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan desa di wilayah Kecamatan Nubatukan.

Pendamping Tidak Hanya Urus Dana Desa
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – Pendamping desa tidak hanya melakukan pendampingan terhadap pengelolaan dana desa. Para pendamping itu harus melakukan lebih dari itu tentang pelaksanaan pembangunan di desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasie) Pemerintahan Desa (Pemdes) Kecamatan Nubatukan, Mikhael Kia Magi, ketika ditemui Pos Kupang di kantor camat setempat, Rabu (6/9/2017).

Ia mengatakan itu setelah berkali-kali melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan desa di wilayah Kecamatan Nubatukan.

“Namanya pendamping desa itu bukan hanya mengurus penggunaan dana desa untuk pelaksanaan pembangunan di desa dampingan. Bukan seperti itu. Yang benar adalah pendamping harus melakukan banyak hal untuk pembangunan di desa itu,” ujar Mikhael.

Artinya, lanjut dia, pendamping itu tidak semata mengurus dana desa tapi juga menangani urusan administrasi dan lainnya.

Dengan demikian, keberadaan pemerintah desa lebih produktif karena didampingi tenaga yang punya kemampuan lebih untuk membangun desa.

Saat ini, lanjut Mikhael, pemerintah sudah memiliki staf ahli yang punya tugas khusus mendampingi pemerintah desa dalam membangun desa. Karena itu, pihaknya berharap agar tugas tersebut dilaksanakan dengan baik.

Selama ini, kata Mikhael, pihaknya selalu turun dari desa ke desa sesuai tugas yang diemban. Dalam melaksanakan tugas tersebut, ia menemukan betapa peran pendampingi belum optimal.

“Saya berharap agar pendamping desa itu bekerja sungguh-sungguh, tidak semata melakukan pendampingan terhadap penggunaan dana desa tetapi juga urus administrasinya,” ujar Mikhael.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah desa mendapat alokasi dana relatif besar dari pemerintah pusat. Di Kabupaten Lembata, dana yang dikucurkan tersebut, kurang lebih Rp 1 miliar untuk setiap desa.

Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas umum di desa-desa. Ada pun item yang dibangun, yakni jalan rabat dalam desa, drainase dalam desa juga antardesa, posyandu dan item lain sesuai kebutuhan desa.

Meski demikian, sejumlah kepala desa mengungkapkan, pembanguan fasilitas dalam desa seyogianya dilakukan sejak bulan April atau Mei tahun berjalan.

Namun pencairan dana itu molor beberapa bulan, sehingga dana desa tersebut baru dimanfaatkan pada Juli 2017. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help