Pedagang Pasar Alok Tolak Kenaikan Tarif MCK dan Parkir Kendaraan

Terlalu banyak biaya yang dipungut jadi beban buat kami. Semula tarif masuk WC Rp 1.000, sekarang jadi Rp 2.000 dan kalau mandi Rp 5.000

Pedagang Pasar Alok Tolak Kenaikan Tarif MCK dan Parkir Kendaraan
pos kupang
Pedagang Pasar Alok, Kota Maumere melakukan aksi damai di gedung DPRD Kabupaten Sikka, Rabu (6/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Egenius Moa

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Pedagang di Pasar Alok, Kota Maumere demo di DPRD Kabupaten Sikka, Rabu (6/9/2017). Aksi damai ini dengan tuntutan menolak pemberlakukan tarif parkir kendaraan bermotor, kenaikan tarif air untuk mandi cuci kakus (MCK).

Penagihan beberapa tarif tersebut dilakukan anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP).

"Terlalu banyak biaya yang dipungut jadi beban buat kami. Semula tarif masuk WC Rp 1.000, sekarang jadi Rp 2.000 dan kalau mandi Rp 5.000," ujar Maria, pedagang pisang saat ditemui di gedung DPRD Sikka.

Baca: Satpol PP Sikka Hadir Untuk Tertibkan Pendapatan Pasar Alok

Biaya air bersih setiap jeriken ukuran lima liter naik menjadi Rp 1.000/jeriken.

Tarif kendaraan roda dua Rp 1.000/sekali masuk pasar.

Pedagang berulangkali dipungut setiap waktu keluar dan masuk kembali ke pasar.

Sedangkan stiker yang disediakan oleh Badan Pengelola Pasar lebih sedikit jika dibanding jumlah pedagang.

Maria mengatakan banyaknya pungutan membebani pedagang.

Baca: Sidang Kasus Pasar Alok, Terungkap Bupati Rekomendasi PL

Menurutnya tak sebanding dengan pendapatan setiap pedagang yang datang berjualan di Pasar Alok.

Maria dan pedagang lainnya menuntut semua jenis tarif dievaluasi dan tidak membebani pedagang.

Beberapa di antara mereka melakukan orasi, sebelum perwakilan pedagang diterima Wakil Ketua dan anggota DPRD Sikka, Stef Say dan Donatus David, S.H. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help