PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Kepastian Ekspor Bawang ke RDTL Menunggu Tanggal 9 September

Kualitas bawang RPM mendapat pujian dari Direktur Sayuran Kementerian Pertanian RI, Ani Andayani.

Kepastian Ekspor Bawang ke RDTL Menunggu Tanggal 9 September
POS KUPANG/DION KOTA
Petani sedang memamerkan bawang merah hasil RPM di Kabupaten Malaka 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak yang dikonfirmasi pos kupang, Selasa (5/9/2017) terkait rencana ekspor bawang merah ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) mengatakan, kepastian eksport bawang merah ke RDTL masih menunggu hasil pertemuan antara eksportir dari Indonesia, importir dari RDTL dan tim ahli RPM pada 9 September mendatang.

Pertemuan tersebut sendiri akan berlangsung di kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka.

"Sesuai hasil diskusi antara tim pakar, direktur sayuran kementerian pertanian RI, Ani Andayani dan bupati Malaka Senin (4/9/2017) di kantor bupati Malaka disepakati kepastian ekspor bawang RPM menunggu hasil pertemuan pada 9 September mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas terkait harga eksport bawang merah. Jika harganya tidak menguntungkan petani bawang kita, maka eksport dibatalkan," tegasnya.

Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran yang ditemui terpisah mengaku kualitas bawang RPM mendapat pujian dari Direktur Sayuran Kementerian Pertanian RI, Ani Andayani.

Ia menceritakan, ibu Ani sampai membawa bawang RPM dari Fafoe ke kantor bupati hanya untuk menunjukkan kualitas bawang RPM padanya.

"Ibu Ani memuji kualitas bawang RPM kita. Saya bilang, itu ditanam apa adanya tidak terlalu taruh banyak pupuk.  Ini bukti jika tanah Malaka sangat subur sehingga kualitas bawang RPM tanpa pupuk berlebih pun tetap bagus," ungkap Bupati Stef.

Terkait harga ekspor bawang merah ke RDTL, Bupati Stef mengaku kecewa karena harga bawang RPM hanya ditawar dengan harga belasan ribu per kg. Dirinya mengaku tak rela melepas bawang RPM ke RDTL jika harganya di bawah harga pasaran lokal.

"Bagaimana di Kupang saja orang jual Rp 25.000 per kg, mana ini ditawar hanya belasan ribu. Lebih baik kita jual lokal saja kalau begitu. Kita masih bergeming untuk harganya, jika cocok baru kita lepas. Namun, jika ada pengusaha lokal yang mau membeli dengan harga pantas, saya persilakan. Kita punya ratusan ton untuk dijual," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help