PosKupang/

Yustinus Belum Miliki Data Gagal Tanam dan Gagal Panen Tiga Desa di Kabupaten Malaka

Hal tersebut disebabkan adanya 6 titik saluran irigasi di Desa Lakulo yang dibobol oknum tak bertanggung jawab.

Yustinus Belum Miliki Data Gagal Tanam dan Gagal Panen Tiga Desa di Kabupaten Malaka
POS KUPANG/DION KOTA
Anggota DPRD Malaka, Krisantus Yulius Seran, bersama Kepala desa Rabasa, Edmundus Bere Klau sedang menunjukkan tanaman padi yang mengalami gagal panen. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak mengaku belum memiliki data terkait kasus gagal tanam dan gagal panen di Desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun.

Ia berjanji dalam satu atau dua hari ke depan akan memberikan data terkait luasan lahan yang mengalami kasus gagal tanam dan gagal panen.

"Saya akan suruh staf saya turun ke lapangan untuk mengambil data karena tidak semua daerah mengalami kekurangan air. Satu atau dua hari akan saya berikan datanya," janji Yustinus kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017).

Desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun diakui Yustinus sering mengalami kekurangan air yang berdampak pada gagal panen.

Hal tersebut disebabkan adanya 6 titik saluran irigasi di Desa Lakulo yang dibobol oknum tak bertanggung jawab.

Selain itu, kekurangan air disebabkan oleh manajemen air yang buruk oleh para petani.

"Enam titik pembobolan saluran irigasi di Desa Lakulo, Kecamatan Weliman itu panjangnya sekitar 3 meter. Bayangkan berapa banyak air yang terbuang keluar melalui lubang selebar 3 meter.

Selain itu, dalam memanfaatkan air irigasi banyak petani yang tidak mampu mengatur pemanfaatan air sehingga semua petani bisa mendapatkan manfaatnya," keluh Yustinus.

Terkait volume air di Bendung Benenain, Yustinus menjelaskan, saat ini debit air di Bendung Benenain baru berkurang 20 persen. Debit air baru akan turun hingga 50 persen saat memasuki akhir bulan September mendatang.

"Sebenarnya debit air di Benenain masih cukup untuk kebutuhan irigasi. Namun, karena manajemen air oleh petani masih buruk sehingga banyak lahan pertanian yang tidak kebagian air. Padahal jika mampu diatur secara baik seharusnya kebutuhan air irigasi masih mencukupi," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help