PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Pelatihan Keterampilan di BLK Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat Agar Tidak Mubazir

Bruno Kupok mengakui kalau UPT BLK Dinas Nakertrans Provinsi NTT belum optimal sehingga kasus TKI ilegal masih banyak terjadi.

Pelatihan Keterampilan di BLK Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat Agar Tidak Mubazir
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hery Sudarmanto, Staf ahli dari kementerian, Maria Magdalena Sigalingging dan Koordinator LPSA Reina Usman mengunjungi UPT Balai Latihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Senin (4/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelatihan keterampilan untuk tenaga kerja harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, potensi dan pasar tenaga kerja agar pelatihan keterampilan tidak mubazir.

Demikian Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hery Sudarmanto pada saat pertemuan di UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Senin (4 /9 /2017).

Kedatangan Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini dalam rangka Revitalisasi BLK dimana Pemerintah Provinsi NTT akan menyerahkan UPT BLK ke Kementerian untuk dikelola pemerintah pusat karena Pemerintah Provinsi NTT tidak memiliki dana yang cukup.

Hery Sudarmanto mengatakan ke depan BLK harus sinergi dengan pelayanan satu atap untuk TKI sehingga TKI yang mau berangkat adalah TKI yang sudah siap dengan keterampilannya.

"Keterampilan yang diberikan itu harus seusai dengan kebutuhan masyarakat agar tidak mubasir,sesuai dengan potensi dan kebutuhan pekerjaan," katanya.

Bruno Kupok mengakui kalau UPT BLK Dinas Nakertrans Provinsi NTT belum optimal sehingga kasus TKI ilegal masih banyak terjadi. (*)

Penulis: hermina_pello
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help