PosKupang/

Gema Lebatukan, Targetkan Nol Pasien Penyakit Malaria

Hal tersebut disampaikan Camat Lebatukan, Ansel Bahy, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017).

Gema Lebatukan, Targetkan Nol Pasien Penyakit Malaria
ISTIMEWA
Bebas Malaria 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – “Di Kecamatan Lebatukan ini, kami punya satu pekerjaan besar, yaitu membebaskan masyarakat dari penyakit malaria. Kami punya target nol pasien malaria di wilayah kecamatan ini.”

Hal tersebut disampaikan Camat Lebatukan, Ansel Bahy, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017).

Ansel dihubungi terkait predikat Lebatukan sebagai kecamatan tertinggi ketiga di Lembata dalam hal penyakit malaria.

Untuk diketahui, selama ini Lembata merupakan daerah endemis malaria.

Kabupaten ini berada pada urutan teratas kasus malaria di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Khusus di Kabupaten Lembata, Wulandoni merupakan kecamatan dengan pasien malaria terbanyak, disusul Kecamatan Ile Ape, berikutnya Kecamatan Lebatukan dan terakhir Kecamatan Nubatukan, yang wilayahnya termasuk Kota Lewoleba.

Untuk Kecamatan Lebatukan, ungkap Camat Ansel, kasus terakhir tahun 2015 di Desa Merdeka, jumlah pasien malaria tercatat 15 orang. Jumlah tersebut tentunya relatif tinggi, karena hanya ada dalam satu desa.

Berangkat dari kasus tersebut, lanjut dia, maka Pemerintah Kecamatan Lebatukan telah membentuk tim untuk menangani kasus malaria. Upaya itu sebagai terjemahan program Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday, sapu bersih (saber) malaria di Lembata.

Saat ini, kata Camat Ansel, pihaknya telah meluncurkan Gerakan Eliminasi Malaria yang disingkat Gema Lebatukan.

Gema Lebatukan ini dalam kendali tim kecil yang beranggotakan pegawai Puskesmas, UPT Pertanian, UPT Peternakan, PLKB dan UPT Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Lebatukan.

“Di tingkat desa, kami juga sudah punya pangeran malaria dan ratu jentik, yang terdiri dari anak-anak SD, SMP ataupun SMA bersama muda-mudi desa masing-masing. Pangeran malaria dan ratu jentik ini tiap Sabtu kerja bakti berantas malaria,” ujar Camat Ansel.

Dikatakannya, ia bersama seluruh kepala desa telah sama-sama membahas Gema Lebatukan dalam pertemuan di kantor camat. Dalam pertemuan itu, semua kepala desa bertekad melaksanakan gerakan itu.

“Kami semua sudah sepakat memberantas malaria dari kecamatan ini. Kami juga yakin masyarakat akan mendukung penuh upaya ini, karena tujuannya menjauhkan masyarakat dari ancaman penyakit yang satu ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help