Bupati Kupang: Jika Ada Indikasi Korupsi Sedikit Saja Saya Siap Mundur dari Jabatan

Jika dalam pemberitaan ternyata tidak betul, maka tangkap dan hukum dia sebagai bukti tanggung jawab terhadap suatu pemberitaan yang nyata hanya pembu

Bupati Kupang: Jika Ada Indikasi Korupsi Sedikit Saja Saya Siap Mundur dari Jabatan
POS KUPANG
Ayub Titu Eki 

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki secara tegas menyatakan akan meletakan jabatan sebagai bupati jika dirinya terbukti bersalah melakukan tindakan pidana korupsi seperti dilansir media online di daerah ini.

Untuk membuktikan apakah dirinya terlibat atau tidak dalam proyek jalan bernilai miliaran rupiah pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kupang, tim Inspektorat Kabupaten Kupang bersama jaksa maupun polisi bekerjasama mengusut proyek itu agar menjadi jelas.

Jika terbukti ada keterlibatan dirinya dalam proyek itu maka secara santun ia sebagai bupati akan mengajukan surat tertulis kepada Mendagri, gubernur dan institusi terkait untuk mundur dari jabatan.

Bupati Ayub Titu Eki dihadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Setda Kabupaten Kupang saat apel bersama, di Oelamasi, Senin (4/9/2017), mengatakan dalam beberapa hari belakangan, ada pemberitaan pada salah satu media online soal adanya dugaan keterlibatannya dalam urusan proyek pembangunan di daerah ini.

Dihadapan bawahannya, Ayub Titu Eki menegaskan, jika benar ada keterlibatan dirinya maka ia akan mengumumkan secara terbuka untuk mundur dari jabatan supaya tidak menghalangi proses pemeriksaan oleh aparat kepolisian, kejaksaan.

Dirinya akan menulis surat resmi pengunduran diri kepada mendagri tembusan kepada presiden , KPK dan instansi terkait untuk mundur jika benar ada indikasi dirinya korupsi.

Bupati Ayub Titu Eki mengaku harus menunjukan rasa malu jika betul terbukti melakukan korupsi dan ia akan menyatakan mundur sebelum dihukum.

"Sebelum saya menulis surat resmi mengundurkan diri, saya minta Inspektorat bersama Kabag Hukum mencaritahu dana Rp 36 miliar yang dikelola Dinas PU terkait pekerjaan jalan. Jadi Inspektorat mulai hari ini melakukan pemeriksaan melibatkan polisi, jaksa untuk kita buka-bukaan.

Rakyat pilih saya karena percaya, tapi jika saya korupsi maka malu terhadap rakyat dan saya harus mundur. Tapi sebelum mundur akan buat surat untuk saya layangkan ke Mendagri tembusan kemana-mana termasuk gubernur, DPRD. Saya minta humas telusuri dan klarifikasi secara terbuka," katanya.

Menurutnya, membangun daerah ini boleh ada kritikan tapi harus bertanggung jawab. Jangan sampai niat mau membersihkan tapi dengan cara kotor dan karena sudah kotor mulai lakukan sogok menyogok. Itu adalah korupsi. Untuk itu, dia mengajak semua pihak membersihkan korupsi secara serius. Jangan karena mau cari popularitas lantas melakukan dengan cara tidak bertanggung jawab.

"Saya berikan kesempatan 3x24 jam untuk saudara dari humas, bagian hukum dan Dinas PU buat klarifikasi supaya jelas, apakah saya terlibat. Ada indikasi sedikit saja indikasi maka saya mundur. Supaya memberikan keleluasaan kepada aparat penegak hukum. Kenapa harus klarifikasi, karena kalau saya buat pernyataan mundur lalu ada reaksi masyarakat yang pilih saya, siapa bertanggung jawab.

Saya minta masyarakat menahan diri tak boleh bereaksi. Memang daerah kita miskin tapi tidak miskin harga diri. Saya siap bertanggung jawab jika saya salah. Saya akan sapu bersih anak buah yang saya tahu bersalah.

Jika dalam pemberitaan ternyata tidak betul, maka tangkap dan hukum dia sebagai bukti tanggung jawab terhadap suatu pemberitaan yang nyata hanya pembusukan. Daerah kita sudah rusak, jangan dirusakan lagi dengan berita-berita busuk yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bersihkan korupsi sampai ke akar-akarnya," tegas Titu Eki. (yon)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved