PosKupang/

Pidato Perdana di DPRD Kota Kupang, Walikota Imbau Lupakan Segala Perselisihan Saat Pilkada

Penataan birokrasi, kebersihan kota, sistem informasi pelayanan, kesejahteraan para PNS, nelayan, petani, penjual, buruh dan usaha kecil.

Pidato Perdana di DPRD Kota Kupang, Walikota Imbau Lupakan Segala Perselisihan Saat Pilkada
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI
DPRD Kota Kupang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan Agenda Pidato Walikota Kupang masa jabatan 2017/2022 di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (4/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Yeni Rahmawati 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengajak semua pihak melupakan segala perselisahan saat Pilkada dan mengajak DPRD bekerja sama tanpa dikotomi.

Walikota juga DPRD membahas berbagai masalah fundamental yang perlu segera ditangani.

Seperti penataan birokrasi, kebersihan kota, sistem informasi pelayanan, kesejahteraan para PNS, nelayan, petani, penjual, buruh dan usaha kecil.

Walikota Kupang dalam pidato perdanaya dalam Rapat Paripurna Istimewa, yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (4/8/2017), menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Kupang, seperti air bersih, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan dan laporan keuangan.

Rapat ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe dan dihadiri oleh para Wakil Ketua serta para Anggota DPRD Kota Kupang, Wakil Walikota Kupang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Kupang, Sekretaris Daerah dan para Asisten Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Waikota Kupang, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, para Camat dan lurah se-Kota Kupang, pimpinan partai, Ketua KPU, rohaniwan, insan pers dan undangan lainnya.

Dalam pidatonya Jefri menyampaikan  bahwa pada 22 Agustus 2017 yang lalu, dirinya dan dr. Hermanus Man telah dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur NTT, sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2017-2022.

"Momentum ini dimaknai sebagai kemenangan masyarakat Kota Kupang, "Vox Populi, Vox Dei" suara rakyat adalah suara Tuhan. Melalui "pasangan Firman-Mu" yang merupakan kehendak ilahi untuk memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan, saya sadar, saya tidak akan berada di tempat ini tanpa restu dari Tuhan dan tanpa doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Kupang.

Sejak pelantikan, saya bukan lagi milik partai politik tertentu, bukan lagi milik golongan tertentu, bukan lagi milik agama dan suku tertentu, bukan lagi milik tim sukses, bukan lagi milik keluarga, akan tetapi, sekarang saya adalah milik seluruh masyarakat Kota Kupang," ujarnya.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan pidato perdana di hadapan DPRD Kota Kupang, Senin (4/9/2017).
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan pidato perdana di hadapan DPRD Kota Kupang, Senin (4/9/2017). (POS KUPANG/YENI RAHMAWATI)

Pesta Pilkada, katanya, telah selesai. Kini saatnya melupakan segala perbedaan. Mari bergandengan tangan, menyatukan tekad, merapatkan barisan untuk menghadapi ujian yang sesungguhnya yaitu "Mewujudkan Kota Kupang Yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN".

Halaman
123
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help