PosKupang/

Banyak Pegawai di Lewoleba Berperilaku Kampungan

Penilaian itu disampaikan Camat Nubatukan, Begu Ibrahim, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (4/9/2017).

Banyak Pegawai di Lewoleba Berperilaku Kampungan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Camat Nubatukan, Begu Ibrahim 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – Banyak pegawai yang saat ini berdomisili di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata, berperilaku kampungan. Diharapkan menjadi panutan bagi masyarakat, tapi realitanya tidak demikian.

Penilaian itu disampaikan Camat Nubatukan, Begu Ibrahim, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (4/9/2017).

“Kami berharap pegawai itu bisa menjadi teladan, tapi kenyataannya tidak. Itu sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Gaya bicaranya yang blak-blakan, Begu mengatakan, ada banyak hal yang melatarbelakangi penilaian tersebut.

Pertama, soal partisipasi terhadap kebersihan kota. Untuk aspek yang satu ini, keterlibatan pegawai dalam masyarakat seperti jauh panggang dari api.

Kedua, lanjut dia, soal etika memelihara ternak dalam kota. Perihal yang satu ini, umumnya pegawai justru tidak mengindahkan aturan pemerintah. Berkali-kali diingatkan bahwa memelihara ternak seyogianya jauh dari pemukiman penduduk, tapi realitasnya tidak.

Justru di Lewoleba ini, lanjut Camat Begu, yang memelihara ternak di halaman rumah adalah pegawai.

Ternak babi, misalnya, dipelihara di belakang rumah dengan mengabaikan pola beternak yang ramah lingkungan, memenuhi syarat sanitasi dan sebagainya.

Berikutnya, kata dia, menyangkut kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Yang terjadi, banyak orang membuang sampah sesuka hati. Di sekitar lokasi Hari Nusantara (Harnus) pun akhir-akhir ini ada oknum yang telah menjadikannya sebagai lokasi pembuangan sampah.

Terhadap sampah yang dibuang di sekitar lokasi Harnus pun, tandas Begu, sampai saat ini mayoritas masyarakat membiarkannya. Padahal membuang sampah di lokasi itu sangat merusak pemandangan kota ini.

Yang membuatnya kesal terhadap perilaku pegawai, kata Camat Begu, saat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2017 lalu.

Saat itu, lanjut dia, pihaknya telah mengeluarkan imbauan, juga telah mengumumkan tentang hal-hal yang harus dilakukan warga dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut. Tapi kenyataannya, kebanyakan pegawai tak mengindahkannya.

“Bayangkan, untuk menyambut hari kemerdekaan saja, kebanyakan pegawai tidak mengibarkan bendera merah putih di halaman rumahnya. Padahal ini penting sebagai tanda syukur, tanda hormat kepada para pejuang yang telah meregang nyawa saat berjuang merebut kemerdekaan,” tandas Begu. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help