PosKupang/

Smart City Pertama di Provinsi NTT

Bukan hanya sektor ekonomi yang bergerak, penataan fasilitas kota pun terus ditingkatkan. Bahkan kini Atambua menjadi

Smart City Pertama di Provinsi NTT
ugm.ac.id
ilustrasi 

POS KUPANG.COM - Atambua, kota paling ramai di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara Republik Democratic Timor Leste (RDTL) terus berbenah diri.

Bukan hanya sektor ekonomi yang bergerak, penataan fasilitas kota pun terus ditingkatkan. Bahkan kini Atambua menjadi Smart City pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kota Atambua pantas disebut Smart City pertama berkat kehadiran aplikasi BLAST yang diluncurkan Selasa, 29 Agustus 2017 lalu. Hadir dalam acara ini Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Bupati Belu, Willy Lay serta undangan lainnya.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan menjelaskan, aplikasi BLAST (Belu Anticipation System) bisa memantau aktivitas warga Kota Atambua di tempat-tempat umum dan tempat yang selama ini sering terjadi tindak kriminal melalui kamera CCTV. Tahap pertama akan dipasangan enam kamera CCTV. Masyarakat pun bisa mengakses dengan memanfaatkan jaringan internet.

Menurut Yandri Irsan, inovasi yang memanfaatkan informasi dan teknologi (IT) ini dikembangkan mengingat letak Kabupaten Belu berada di perbatasan negara RI- RDTL.

Dijelaskannya, masyarakat yang memiliki smartphone bisa menggunakan BLAST untuk mengakses layanan kepolisian, termasuk melaporkan kejadian atau tindakan kriminal.

Aplikasi BLAST tentu memberikan rasa aman bagi warga Kota Atambua, khususnya di tempat-tempat umum serta obyek penting seperti perkantoran, tempat ibadat, ruas jalan utama, kantor bank dan sekolah. Seluruh aktivitas warga kota terpantau selama 24 jam.

Masyarakat pun mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan berkaitan dengan pelayanan aparat kepolisian.

Aplikasi BLAST memungkinan oknum yang berniat jahat akan berpikir dua kali untuk bertindak. Dengan begitu dapat menekan angka kriminalitas yang memang tergolong tinggi di kota perbatasan tersebut. Kapolda NTT berharap Polres lainnya di NTT mengikuti jejak Polres Belu menerapkan aplikasi tersebut.

Masyarakat NTT yang tersebar di 22 kabupaten dan kota tentu memiliki harapan yang sama. Masyarakat berharap agar aplikasi cerdas tersebut bisa dipasang di daerahnya.

Dan, harapan yang sama tentu dirindukan masyarakat di jantung Kota Kupang sebagai ibukota provinsi. Alat ini bisa dipasang pada sejumlah lokasi strategis. Misalnya di ruas jalan protokol, daerah pertokoan, pusat perbelanjaan, hotel, perbankan dan objek wisata yang ada di Kota Kupang.

Virus positif dari Atambua mestinya melecut duet pemimpin Kota Kupang yang baru untuk segera merealisasikan Smart City di Kota Kasih ini. Kota Atambua bisa, mengapa Kupang tidak? *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help