PosKupang/

Membumikan Budaya Membaca

Banyak manfaat yang dipetik dari aktivitas membaca. Pengetahuan kita diperkaya dan wawasan kita diperluas dengan

Membumikan Budaya Membaca
Shutterstock
Ilustrasi 

Catatan Atas Deklarasi Saya Baca

Oleh: Gerardus Kuma, S.Pd.,Gr
Guru SMPN 3 Wulanggitang, Bergiat di Komunitas Baca Lera Gere-Boru

POS KUPANG.COM - Membaca. Kata ini sudah tidak asing bagi kita. Saya yakin di antara kita telah melakoni aktivitas ini.

Banyak manfaat yang dipetik dari aktivitas membaca. Pengetahuan kita diperkaya dan wawasan kita diperluas dengan membaca.  Dengan membaca kita melawan kedangkalan berpikir dan melatih berpikir kritis.

Tidak hanya untuk meningkatkan keahlian dan memperluas pengetahuan, membaca juga menentukan cara berpikir kita, yang memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan imajinasi yang berngaruh terhadap perkembangan emosi dan moral juga kemampuan verbal sehingga kita akan menjadi pribadi yang baik (Colin, 2004:3).

Dalam konteks yang lebih luas, membaca tidak hanya mendatangkan manfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi bangsa dan negara. Dengan membaca kita akan mendapatkan pengetahuan dan dengan pengetahuan tersebut kita bisa membangun negara kita sebagaimana dianjurkan oleh Bung Hatta.

Tokoh proklamator ini menganjurkan agar pemuda-pemuda membaca buku-buku guna menambah ilmu dan mengamalkannya guna membangun Indonesia yang adil dan makmur (Aminudin, 2012:3).

Walau membaca memberi banyak manfaat, namun dalam kenyataan sulit sekali untuk dijalankan. Membaca hanyalah kata yang mudah diucapkan dan sulit sekali untuk dilakukan. Besarnya manfaat membaca berbanding terbalik dengan semangat membaca. Membaca bukan aktivitas yang popular dilakukan masyarakat kita.

Keuntungan membaca tidak didukung oleh kemauan melahap bacaan. Membaca tidak lagi menjadi pilihan pertama dan utama dan telah digeser dari kebiasaan bangsa ini dalam menyerap informasi.

Dari pengalaman sebagai guru, ditemukan bahwa minat membaca anak-anak sekarang sangat rendah. Di sekolah, kalau pun membaca, itu hanya pada saat pelajaran. Selain itu tidak pernah ada waktu luang (khusus) untuk membaca.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help