PosKupang/

Perempuan Jurnalis Ini Ungkap Kejamnya Perlakuan RS Jiwa Wanita terhadap Pasien

Itulah yang dialami pasien di bekas rumah sakit jiwa wanita yang dipukuli, diikat, hingga dipaksa menenggelamkan diri dalam air es.

Perempuan Jurnalis Ini Ungkap Kejamnya Perlakuan RS Jiwa Wanita terhadap Pasien
biography.com
Elizabeth Cochran Seaman dan suasana pasien di RS Jiwa. 

POS-KUPANG.COM - Selama tahun 1900-an, rumah sakit bagi penderita gangguan jiwa bagaikan neraka bagi pasiennya.

Itulah yang dialami pasien di bekas rumah sakit jiwa wanita yang dipukuli, diikat, hingga dipaksa menenggelamkan diri dalam air es untuk mandi.

Para pasien malang itu diberi makan makanan tak layak, seperti roti mentah, daging busuk, kaldu berair, dan minuman dari air kotor.

Fasilitas di rumah sakit ini pun sangat memprihatinkan.

Pasien tidur di dalam ruangan kotor penuh tikus dan kecoak di sekitarnya.

Pengalaman mengerikan ini dipaparkan oleh seorang wartawan Amerika, Elizabeth Cochran Seaman atau yang dikenal sebagai Nellie Bly.

Pada saat itu Seaman sedang menyamar selama 10 hari di rumah sakit jiwa khusus perempuan di Pulau Blackwell ataU yang disebut Roosevelt Island di Amerika.

Ia melakukan tugas ini untuk mengekspos rumor pelecehan dan kekerasan yang terjadi.

Seaman mengatakan, setiap pasien yang bahkan tidak mengalami gangguan jiwa terlalu parah, setelah dirawat di rumah sakit ini justru bisa bertambah gila.

Pada zaman dahulu, wanita kurang dipandang di masyarakat.

Halaman
1234
Editor: agustinus_sape
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help