Umat Muslim di Tempat Ini Merasa Diperlakukan Seperti Anak Emas

Begitu juga sebaliknya, bila umat Katolik menyambut hari raya seperti Natal atau Paskah, umat Islam terlibat sebagai panItia.

Umat Muslim di Tempat Ini Merasa Diperlakukan Seperti Anak Emas
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Kepala Desa Lamaau, Rajuni Welin (bercelana pendek) bersama Ketua Panitia, Frederikus Daeng (kedua dari kiri) dan warga lainnya, saat persiapan menyambut Hari Raya Adul Adha, di Desa Lamaau, Kabupaten Lembata, Kamis (31/8/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – “Kami umat muslim di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur merasa seperti anak emas. Setiap kali menyambut hari raya keagamaan, kami mendapatkan pelayanan yang istimewa dari umat Katolik.”

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Lamaau, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Rajuni Welin, ketika ditemui Pos Kupang di Lamaau, Kamis (31/8/2017).

Saat itu, Rajuni bersama warga lainnya sedang menyiapkan lapangan di depan Kantor Camat Lamaau untuk pelaksanaan Sholad Ied dan tenda untuk acara Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (1/9/2017).

Rajuni mengatakan, lazimnya di desa itu, bila hari raya keagamaan bagi umat Islam, maka yang menjadi panitia untuk melakukan berbagai persiapan untuk hari raya itu adalah sesama warga dari Agama Katolik.

Begitu juga sebaliknya, bila umat Katolik menyambut hari raya seperti Natal atau Paskah, umat Islam terlibat sebagai panItia.

Umat Islam akan melakukan berbagai persiapan agar umat Katolik menyiapkan diri menyambut hari raya tersebut.

Akan halnya menyambut Hari Raya Idul Adha kali ini.

“Yang melakukan berbagai persiapan di tempat ini adalah umat Katolik. Ketua panitianya adalah Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) di Tokojaeng, Frederikus Daeng,” ujar Rajuni.

Ia menyebutkan, hal seperti itu sudah biasa dilakukan di Lamaau, bahkan di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur selama ini. Bahkan sikap baik seperti itu, telah menjadi tradisi warga di dua wilayah tersebut.

Di Ile Ape dan Ile Ape Timur, bahkan di Kabupaten Lembata ini, kata Rajuni, umat Islam dan Katolik adalah saudara. Hubungan darah telah menjadikan umat beragama di daerah ini sebagai satu kesatuan dalam hidup bermasyarakat. (*)

Ada Lomba Qasidah

KETUA Badan Pengurus Masjid (BPM) Istiqlal Lamaau, Rasyid Raya melalui Ibrahim Betan, menuturkan pada Idul Qurban tahun ini, Lamaau menjadi tuan rumah perayaan Idul Adha untuk umat Islam di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Betan mengatakan itu, ketika dihubungi secara terpisah di Kantor Camat Ile Ape Timur di Lamaau, Kamis (31/8/2017). Betan merupakan Kepala Seksi Pelayanan Umum (Kasie Yanu) kantor camat setempat.
Betan mengatakan, di Ile Ape dan Ile Ape Timur, umat islam selalu menyambut hari raya keagamaan dengan cara merayakannya secara bersama-sama dari satu masjid ke masjid lainnya. Dan, tahun 2017 ini, Masjid Istiqlal Lamaau sebagai tuan rumah atas perayaan Idul Adha.
Sebagai tuan rumah, lanjut Betan, maka pelbagai persiapan pun dilakukan. Menariknya, adalah pantia persiapan menyambut hari raya tersebut, adalah sesama warga yang beragama Katolik.
“Yang mengatur semua kegiatan menyambut Hari Raya Idul Adha ialah umat beragama Katolik. Yang bangun tenda, menyiapkan lapangan untuk sholad ied, yang bangun tenda untuk acara malam takbiran, adalah umat Katolik. Ini telah menjadi tradisi di wilayah ini,” ujar Betan.
Pada Kamis (31/8/2017) malam, lanjut Betan, merupakan malam takbiran. Malam itu diisi dengan acara halal bi halal. Acara tersebut dimeriahkan dengan aneka lomba, seperti lomba qasidah, lomba praktik sholat bagi anak-anak, lomba pidato Idul Adha dan lomba tilawatil qur’an. (kro)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved