PosKupang/
Home »

Techno

» Apps

Satelit Kebanggaan Kita Telkom-1 Hancur Berkeping-keping, Inikah Penyebab Rusaknya Jaringan ATM?

Perusahaan tersebut menggunakan algoritma untuk me-review data dari 165 teleskop optik yang tersebar di penjuru Bumi.

Satelit Kebanggaan Kita Telkom-1 Hancur Berkeping-keping, Inikah Penyebab Rusaknya Jaringan ATM?
POS KUPANG/KOLASE
Peluru kendali Korea Utara, inikah penyebab satelit rusak? 

POS-KUPANG.COM -  PT Telkom telah mengumumkan bahwa satelit Telkom 1 sudah tidak bisa dioperasikan lagi.

Kini, muncul bukti baru yang mengindikasikan bahwa satelit tersebut mulai pecah berkeping-keping.

Debris (serpihan) satelit Telkom 1 tersebut tertangkap oleh salah satu teleskop milik perusahaan yang memantau objek geostationer Bumi yang berbasis di Amerika Serikat, yakni ExoAnalytic Solutions.

Dikutip KompasTekno dari ARS Technica, Kamis (31/8/2017), perusahaan tersebut menggunakan algoritma untuk me-review data dari 165 teleskop optik yang tersebar di penjuru Bumi.

Algoritma tersebut mencari kejadian anomali.

Satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, meluncur dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Perancis, Rabu (15/2/2017) dini hari WIB. Telkom mengalihkan sejumlah pelanggan ke transponder satelit Telkom 3S dan satelit lainnya menyusul gangguan pada satelit Telkom 1.
Satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, meluncur dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Perancis, Rabu (15/2/2017) dini hari WIB. Telkom mengalihkan sejumlah pelanggan ke transponder satelit Telkom 3S dan satelit lainnya menyusul gangguan pada satelit Telkom 1. (AFP/JODY AMIET)

Sebagaimana diketahui, banyak ATM tak bisa beroperasi pada pekan lalu karena adanya gangguan pada jaringan yang disupport satelit Telkom-1.

Bank BCA, misalnya, menyatakan bahwa 5700 dari 17210 ATM mereka terpengaruh oleh gangguan jaringan yang ada.

Salah satu teleskop yang berada di Australia dilaporkan mendeteksi serpihan yang diduga berasal dari satelit Telkom 1.

"Terlihat banyak materi reflektif yang menyebar dari satelit itu," ujar CEO ExoAnalytic, Doug Hendrix dalam sebuah wawancara.

"Serpihan itu bisa jadi panel surya, bahan bakar, atau serpihan lain, kami belum bisa memastikan," kata Hendrix.

Sebelumnya, pada Rabu (30/8/2017) lalu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga mengungkapkan satelit Telkom 1 yang sebelumnya mengalami gangguan, sudah tidak bisa digunakan.

Hal ini merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh Telkom bersama produsen Telkom 1, Lockheed Martin.

Lockheed Martin kemudian menyarankan agar PT Telkom mematikan (shut down) satelit Telkom 1, untuk menghindari adanya interferensi dengan satelit lain.

Satelit Telkom 1 diketahui diluncurkan pada 13 Agustus 1999 dan diklaim memiliki usia desain 15 tahun. (*)

Editor: agustinus_sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help