PosKupang/

Cinta Tiba di Labuan Bajo

Kita mencatat gejala biasa. Labuan Bajo, belakangan ini, dihujani rejeki bertubi-tubi. Ruang tunggu Bandara

Cinta Tiba di Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS--
Sepenggal wajah Labuan Bajo 

Oleh: Pius Rengka
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi NTT

POS KUPANG.COM - Labuan Bajo kumuh. Sampah berserak di mana-mana. Lalu lintas tepi pantai padat dikepung bangunan kiri kanan. Terkesan tak terkendali. Jalan di kota jauh dari kesan apik.

Meski begitu, cinta saya tiba di sana dan selalu bersemayam di situ. Tulisan ini bermaksud membawa para pembaca membaca fenomena arti penting posisi Labuan Bajo dalam penggalan sejarah panjang perubahan sosial politik dan ekonomi Flores ke depan.

Perubahan itu menyusul dinamika serba cepat di lingkungan strategisnya.

Kita mencatat gejala biasa. Labuan Bajo, belakangan ini, dihujani rejeki bertubi-tubi. Ruang tunggu Bandara Komodo, misalnya, didandan khusus dengan aneka aristektur yang mumpuni.

Ruang tunggu bandara Labuan Bajo khas dibanding ruang tunggu mana pun di seluruh NTT. Landasan pacu pun diperpanjang agar sanggup melayani pesawat berbadan lebar.

Dalam rencana, pesawat langsung terbang ke Labuan Bajo dari berbagai kota di lingkungan ASEAN. Tempat parkir kendaraan bermotor ditata. Kamar mandi WC pun diatur. Sayangnya, belakangan, saluran air di dalam kamar mandi kadang macet. Bau apek pun menyebar.

Pemerintah Pusat cq Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, total beri perhatian. Terlebih ketika Menhub Ignasius Jonan. Bandara dan ruang tunggu dibangun begitu lekas.

Para petugas bandara sigap nian, dan selalu merasa dikontrol Menhub Ignasius Jonan. Tetapi kini tampak santai lagi.

Kecuali itu, Pemda Mabar terkesan tak sanggup mengimbangi kecepatan Ignasius Jonan itu. Malah terkesan, Pemda setempat sudah merasa cukup duduk manis, senyum di kulum menyambut ingar bingar geliat perubahan sosial itu.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help