PosKupang/

Belajar Cinta dari Kurban

Selain itu, ada banyak dari peristiwa berkorban yang disimbolkan Nabi Ibrahim dan Ismail ini. Dikisahkan, bagaimana

Belajar Cinta dari Kurban
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI
Kambing Kurban 

POS KUPANG.COM -- Hari raya Idul Adha atau dikenal juga Idul Qurban adalah hari raya Islam yang jatuh pada tanggal 10 bulan Dulhijah, 70 hari setelah perayaan Idul Fitri.

Banyak makna yang terkandung dalam peristiwa kurban yang disimbolkan melalui Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Tentu simbol utama adalah kecintaan dan kepatuhan terhadap Allah. Betapa tingginya cinta kasih dan kepatuhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah sehingga rela mengorbankan apapun yang dicintainya, termasuk anak dan diri sendiri.

Selain itu, ada banyak dari peristiwa berkorban yang disimbolkan Nabi Ibrahim dan Ismail ini. Dikisahkan, bagaimana Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail berdialog sebelum peristiwa kurban dilakukan.

Nabi Ibrahim terlebih dahulu meminta pendapat anaknya, Ismail yang kala itu masih kecil. Ini adalah simbol demokrasi yang sudah ditanamkan oleh Tuhan melalui Nabi Ibrahim.

Dalam dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, "Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu". Ismail menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (Quran Surat Ash Shaffat:103).

Dialog ini mencerminkan seorang ayah tetap melakukan musyawarah dengan anaknya sebelum mengambil keputusan. Tidak ada sedikitpun sikap otoriter dari seorang ayah terhadap anaknya.

Nabi Ibrahim mengedepankan musyawarah dan dialog sehingga anaknya tidak kaget. Dengan pendidikan yang diberikan Ibrahim kepada Ismail, membuat Ismail semakin matang dalam bersikap. Jawaban Ismail menunjukkan kematangannya dan tanda bakti kepada orangtua.

Komunikasi tersebut mencerminkan rasa cinta kasih antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Bahwa dengan cinta kasih kita dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Berkurban bukan sekedar menyembelih hewan kurban. Tetapi juga mengajarkan bahwa manusia tak bisa hidup sendiri tetapi selalu saling menolong.

Semangat Idul Adha adalah pengorbanan terhadap orang lain yang membutuhkan. Mengorbankan kepentingan (ego) diri untuk kepentingan bersama. Hewan kurban sebagai harta yang kita miliki disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada sesama.

Peristiwa kurban Nabi Ibrahim dan putranya Ismail ini dapat menekankan pelajaran penting yaitu cinta dan ketaatan kepada Allah serta cinta dan tanda bakti kepada orangtua.

Inilah saatnya, bagi semua yang sadar akan tugas dan tanggungjawab masing-masing agar senantiasa ikhlas berkorban untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Semoga hal ini menjadi momen penyadar untuk semua manusia. Bahwa hidup adalah pengorbanan, kehidupan dunia sebagai bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help