PosKupang/

Menanti Gebrakan Sang Nakhoda Baru di Kota Kupang

Badai dan gelombang itu salah satunya dapat berupa dinamika politik disertai konflik antara pemerintah dan anggota dewan

Menanti Gebrakan Sang Nakhoda Baru di Kota Kupang
pos kupang/hermina pello
Jefri Riwu Kore 

Oleh: Andrew Donda Munthe
ASN pada BPS Kota Kupang

POS KUPANG.COM - Hari Selasa, 22 Agustus 2017 merupakan hari bersejarah bagi lembaran baru Pemerintahan Kota Kupang. Pada hari tersebut, pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode tahun 2017-2022 yaitu Jefirstson R. Riwu Kore dan Hermanus Man secara resmi dilantik.

Pelantikan di Aula El Tari Kupang oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Hal ini menandakan pemerintahan di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang, secara sah telah dinakhodai pasangan pemimpin ini.

Dalam periode tersebut, duet nakhoda ini akan menemui berbagai badai dan gelombang tinggi sepanjang perjalanannya.

Badai dan gelombang itu salah satunya dapat berupa dinamika politik disertai konflik antara pemerintah dan anggota dewan. Konflik yang terjadi antara Pemerintah Kota dan DPRD Kota Kupang akan menghambat jalannya pembangunan.

Pada akhirnya, rakyatlah yang akan dirugikan karena permasalahan yang terjadi antara pemerintah dan DPRD. Untuk menghindari hal demikian, walikota dan wakil walikota harus dapat "merangkul" DPRD sebagai mitra kerja dalam mengawal jalannya pembangunan di kota ini.

Dengan demikian kerjasama serta kolaborasi Pemerintah Kota dan DPRD menghasilkan suasana kondusif untuk dapat membangun Kota Kupang semakin baik di berbagai sektor.

Permasalahan lain yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat adalah dari internal Pemerintahan Kota Kupang. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang di mata masyarakat belum lepas dari stigma kinerja dengan tingkat kedisiplinan dan produktivitas rendah.

Walikota dan wakil walikota baru harus membenahi permasalahan ini karena kinerja pegawai erat kaitannya dengan pelayanan publik.

Pembenahan dapat dimulai dengan menerapkan indikator-indikator kinerja yang terukur agar pegawai semakin disiplin serta produktif dalam bekerja. Target jangka pendek (mingguan/bulanan), jangka menengah (triwulanan/semesteran) maupun jangka panjang (tahunan) harus mampu di deskripsikan dengan jelas. Jika target jangka pendek saja tidak mampu terealisasikan dengan baik maka teramat sulit merealisasikan target jangka menengah bahkan target jangka panjang.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help