PosKupang/

Megawati Soekarnoputri di Kupang, Ini Instruksinya kepada Pengurus PDIP Terkait Pilkada di NTT

Pada tahun 2018 nanti, ada 11 pilkada di NTT dimana 10 di tingkat kabupaten dan 1 di tingkat provinsi.

Megawati Soekarnoputri di Kupang, Ini Instruksinya kepada Pengurus PDIP Terkait Pilkada di NTT
POS KUPANG/EDY HAYON
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, didampingi Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya ketika tiba di lokasi pelantikan DPD BMI NTT di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (26/8/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada seluruh jajaran mulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sampai ke Anak Ranting PDIP di NTT untuk bekerja keras memenangkan pilkada tahun 2018 di 10 kabupaten dan pemilihan gubernur.

Seluruh jajaran jangan hanya manggut-manggut, tetapi bersinergi untuk bekerja bersama-sama agar bisa menang di ajang pilkada tersebut.

Instruksi Megawati Soekarnoputri ini disampaikan dalam pidato politiknya di hadapan pengurus dan kader PDIP saat pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Banteng Muda Indonesia (BMI) NTT di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (26/8/2017).

Turut hadir saat itu, Ketua DPD PDIP NTT, Drs.Frans Lebu Raya, Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Parera, anggota DPR RI dari PDIP, Herman Hery dan pengurus DPP BMI Pusat.

Megawati mengatakan, pada tahun 2018 nanti, ada 11 pilkada di NTT dimana 10 di tingkat kabupaten dan 1 di tingkat provinsi.

Menghadapi ajang politik ini, sebagai ketua umum menginstruksikan kepada semua jajaran dari DPD sampai Anak Ranting untuk serius dan bekerja keras.

Saat ini puncuk pimpinan pemerintahan di Provinsi NTT dipegang oleh PDIP sehingga semua jajaran tidak boleh hanya manggut-manggut tetapi kerja.

Megawati dengan nada guyon menyampaikan bahwa dirinya juga ingin sekali menjadi calon gubernur NTT, namun itu tidak akan mungkin karena itu sama dengan dirinya turun pangkat.

Dengan tingkat kesibukan yang tinggi, apalagi saat ini dirinya dipercayakan Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden untuk pembinaan Idiologi Pancasila, namun, dirinya akan tetap memantau kinerja jajaran di tingkat bawah.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayon
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help