PosKupang/

Pemimpin Baru Kota Kupang dan Keanekaragaman

Ya, memang lagi momentumnya. Walikota dan Walikota Kupang yang ditunggu cukup lama sejak pilkada 15 Februari 2017

Pemimpin Baru Kota Kupang dan Keanekaragaman
Rombongan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Naikoten 1 saat tampil dalam acara karnaval budaya NTT di Kupang, Selasa (22/8/2017) 

POS KUPANG.COM -- Kupang menjadi kota super sibuk, Selasa (22/8/2017). Dimulai dengan acara pelantikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kupang sejak pagi di Aula El Tari Kupang, dilanjutkan dengan karnaval budaya hingga malam hari.

Ya, memang lagi momentumnya. Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang ditunggu cukup lama sejak pilkada 15 Februari 2017 akhirnya dilantik dan mulai menjalankan tugasnya.

Pelantikan tersebut dihelat masih dalam suasana hari ulang tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan RI. Maka, tidaklah heran kalau di tengah semarak pelantikan berlangsung pula karnaval budaya yang melibatkan sekitar 4.000 peserta mulai dari Jalan El Tari Kupang.

Karnaval budaya merupakan acara tahunan yang diadakan setelah perayaan HUT RI di ibukota Provinsi NTT ini. Berbagai jenis produk budaya, baik dari NTT maupun dari daerah-daerah lain di Tanah Air ditampilkan.

Nah, ternyata ada nuansa yang sama dari dua kegiatan yang berbeda tersebut. Seperti dilaporkan media ini, usai upacara pelantikan, pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang baru disambut secara adat Natoni dari Pulau Timor ketika tiba di pintu gerbang Kantor Walikota Kupang.

Begitu masuk ke dalam area Kantor Walikota, pasangan ini disambut lagi dengan Tarian Perang dari Alor, penerimaan secara adat Manggarai (Kepok) dan salam 'cium hidung' ala Pulau Sabu. Bahkan sepanjang hari di samping Kantor Walikota Kupang dipentaskan tarian Caci dari Manggarai.

Apa yang ditampilkan sepanjang hari itu sekaligus menyadarkan kita semua betapa beranekaragamnya Kota Kupang saat ini. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Indonesia juga ada di kota ini.

Berbeda-beda tetapi satu jua. Di kota ini hidup manusia dari berbagai suku,bahasa, budaya, agama, ras dan golongan. Kenyataan ini merupakan keniscayaan dan harus diterima sebagai hal positif.

Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang baru hendaknya menjadi contoh penghormatan terhadap keanekaragaman ini. Walikota dan Wakil Walikota harus menjadi pemimpin bagi semua orang yang beraneka ragam tersebut. Jangan sampai ada upaya untuk menyingkirkan pihak-pihak tertentu. Sebaliknya, berdayakanlah keanekaragaman itu demi kemajuan kota ini.

NTT sudah dikenal sebagai provinsi bertoleransi tinggi. Toleransi itu harus tercermin pula di Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT. Toleransi tidak hanya toleransi antarumat beragama, tetapi juga toleransi antarsuku, antarbudaya, antarras dan antargolongan.

Kita patut memberi apresiasi kepada masyarakat NTT, khususnya masyarakat Kota Kupang, yang sudah menjaga toleransi selama ini. Hal ini harus dilihat sebagai hal positif. Kita hendaknya tidak terprovokasi oleh praktik-praktik di tempat lain.

Kita harus berusaha mempertahankan dan terus memajukan toleransi. Hanya dengan demikian, cita-cita kita bersama Walikota dan Wakil Walikota yang baru untuk semakin maju dan sejahtera bisa terwujud.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help