PosKupang/

Berita Timor Rote Sabu

Kepala SMA di Atambua Terancam Bui Lima Tahun Karena Diduga Menganiaya Isterinya

Salah satu oknum Kepala SMA swasta di Atambua, PBS terancam dipenjara selama lima tahun lantaran diduga menganiaya isterinya

Kepala SMA di Atambua Terancam Bui Lima Tahun Karena Diduga Menganiaya Isterinya
POS KUPANG/EDY BAU
Kepala SMA swasta di Atambua, PBS melangkah keluar usai mengikuti persidangan di PN Atambua, Rabu (23/8/2017) sore 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA-Salah satu oknum Kepala SMA swasta di Atambua, PBS terancam dipenjara selama lima tahun lantaran diduga menganiaya isterinya.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Atambua, Rabu (23/8/2017) sore, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwanya bersalah telah melakukan penganiayaan terhadap isterinya, Ny. TDj hingga mengalami memar pada mata dan kepalanya.

Atas perbuatannya tersebut, JPU yang terdiri dari Agustina Dekuanan dan Chrismiaty ini mendakwa PBS bersalah karena melanggar pasal 44 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT. Adapun ancaman pidana penjaranya paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Kuasa hukum terdakwa, Martinus Sobe Anin yang dihubungi Pos Kupang, Kamis (24/8/2017) pagi mengatakan, kliennya tidak serta merta melakukan penganiayaan tersebut.

Mengenai kronologi kejadiannya, Martinus mengatakan, berawal dari kecemburuan sang isteri bahwa suaminya PBS berselingkuh. Dari situlah timbul petengkaran antara keduanya.
Dalam pertengkaran itu, kata Martinus, sang isteri berusaha memukul PBS menggunakan kursi kayu.

Kedua lalu terlibat aksi saling dorong dan pada saat itulah, kaki dari kursi kayu itu mengenai pipi dan mata korban.

"Jadi tidak aniaya. Mereka saing dorong karena isterinya angkat kursi kayu untuk pukul suaminya. Saat itu kaki kursi yang kena di pipi dan matanya," ungkap Martinus.

Martinus mengatakan siap melakukan pembelaan terhadap kilennya dengan mengungkap fakta-fakta kejadiannya. Sidang akan dilanjutkan seminggu kemudian dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU disampaikan bahwa korban ditinju suaminya PBS gara-gara menyimpan ponsel milik suaminya itu.

Halaman
12
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help