Pater Robert Ramone Menggereja Melalui Budaya

Bagi Pater Robert melalaui budaya dirinya mewartakan injil secara meluas kepada semua orang, bukan hanya umat katolik.

Pater Robert  Ramone Menggereja Melalui Budaya
ISTIMEWA
Pater Robert Ramone,C.Ss.R 

Ini hanya mengarah pada kebanggaan atau kesombongan pribadi. Oleh karena itu sudah lama saya bermimpi kalau suatu saat saya tidak kuat lagi memikul kamera, saya perlu mendirikan satu lembaga studi dan pelestarian budaya.

Tentu banyak tantangan dari pihak konggregasi persoalkan apa hanya untuk tempat koleksi foto dan lain sebagainya. Lama untuk meyakinkan teman-teman konggregasi.

Bahkan ada yang berpikir saya hanya mau mengoleksi foto-foto dan lain sebagainya. Lama meyakinkan teman-teman untuk setuju. Setuju itu tidak berarti saya mengharapkan uang tapi dukungan.

Dengan adanya dukungan, lembaga ini menjadi milik konggregasi Redemtoris, bukan milik pribadi saya. Jadi kalau saya mati ada yang meneruskan.

Apa tujuan pendirian Lembaga Studi dan Pelestarian Budaya Sumba ini?

Ya, ini menjadi karya yang baik bagi konggregasi mewartakan injil kepada orang-orang yang bukan hanya katolik. Kita berkarya di luar takem sebagai imam yang bergelut dengan liturgi, altar, gereja dan lain-lain tapi gereja saya menjadi luas sekali satu pulau ini. Tapi lambat laun teman-teman mengerti dengan kehadiran lembaga ini. Syukurlah semua ini berjalan.

Pater pernah menggeluti dunia fotografi dan hasilnya bagus sekali, inspirasinya dari mana?

Ada banyak foto yang memang saya sendiri juga terkejut setelah melihat kembali. Sebetulnya bukan inspirasi. Saya belajar secara otodidak. Saya kalau melihat obyek sudah bisa bayangkan kalau masuk frem foto saya hasilnya seperti apa, bagaimana mengatur cahaya dan lain-lain,

Dan, itu saya melakukan secara terus menerus, tidak hanya satu kali. Saya tidak pernah mau yang namanya edit, saya menampilkan foto yang asli. Saya bersyukur punya bidang sendiri, stail sendiri.

Untuk mendapatkan foto yang baik, banyak tantangan. Taruhannya nyawa. Saya contohkan saat memotret Tanjung Sasar yang tidak ada jalan.

Halaman
1234
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Gerardus Manyela
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help