Ende Peringkat 2 Daerah Rawan Bencana di NTT

Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Ende mengadakan sosialisasi dan pembentukan tim siaga bencana di 55 desa dan kelurahan

Ende Peringkat 2 Daerah Rawan Bencana di NTT
pos kupang
Kepala BPBD Kabupaten Ende, Albert Yani mempresentasikan tentang potensi bencana di Ende, Selasa (22/8/2017).

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE - Kabupaten Ende terkategori sebagai daerah rawan bencana. Dari 22 kabupaten/kota di NTT, Ende menempati posisi kedua sebagai daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.

Ende memiliki beberapa wilayah yang kerap diguncang gempa dan tsunami antara lain wilayah pesisir pantai yang meliputi Kecamatan Pulau Ende, Nangapanda, Ende Utara, Ende Selatan, Ndori, Wolowaru, Lio Timur, Maurole, Kota Baru dan Kecamatan Maukaro.

Kepala BPBD Kabupaten Ende, Albertus M. Yani mengatakan hal ini dalam diskusi kelompok terarah (FGD) penyusunan dokumen rencana aksi daerah rencana kontijensi dan prosedur tetap penanggulangan bencana Kabupaten Ende, di Lantai 2 Kantor Bupati Ende, Selasa (22/8/2017).

Dia menyebut bencana yang terjadi di Kabupaten Ende, yaitu gempa Flores yang terjadi 12 Desember 1992, Tsunami di pesisir Maurole dan abrasi pantai hampir setiap tahun (Pulau Ende, Nangapanda, Ende Selatan, Ende Utara, Ndori dan Maukaro).

Selain itu banjir bandang pernah beberapa kali terjadi Roworeke (1987), Ndungga (2010), Maurole (2013), Wewaria (2014) pada tahun 2016 di Maurole, Kota Baru dan Maukaro.

Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Ende mengadakan sosialisasi dan pembentukan tim siaga bencana di 55 desa dan kelurahan dari 287 desa dan kelurahan yang ada di Ende.

Selanjutnya pembinaan dan pelatihan serta simulasi dan sosilisasi kepada para kepala sekolah, pengawas, para siswa di SMA/SMK juga koordinasi lintas sektor tekait pada tahap pra bencana tanggap darurat dan pasca bencana baik itu TNI, Polri, MPG dan Kesbangpolinmas, Dinkes, RSUD Ende, Bappeda, Disnsos, Dishub, PU dan PPO.

Albert meminta kepada semua pihak terutama masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban bencana terutama untuk warga yang bermukim di sekitar pesisir pantai maupun yang tinggal di sekitar bantaran kali.

Potensi bencana untuk warga yang bermukim di sekitar bantaran kali pada umumnya di daerah utara seperti di Kecamatan Wewaria maupun Maurole juga Kota Baru karena di daerah tersebut banyak terdapat kali atau sungai yang memang kerap terjadi banjir sehingga menyebabkan kerusakan inftrastuktur bahkan berpotensi mengancam keselamatan warga.

Begitpun untuk warga yang bermukim di sekitar pesisir pantai dari arah Kecamatan Ende Selatan hingga Nangapanda.

Hal yang sama juga diingatkan kepada warga yang bermukim di daerah rawan longsor seperti yang tinggal di sepanjang jalur jalan nasional mulai dari arah Kecamatan Ende Timur hingga ke Lio Timur.

Di daerah tersebut berpotensi terjadi longsoran karena banyak terdapat tebing yang memungkinkan terjadinya longsoran pada saat hujan.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help