VIDEO: Ibu Ini Menangis Saat Menceritakan Pengalamannya Melihat Bocah Korban Perkosaan

Coba bayangkan, anak kecil sambil duduk pegang boneka tapi ada darah yang mengalir keluar.

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Penderitaan yang dialami bocah korban perkosaan begitu membekas dalam benak Erni Ganggas, pejabat pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Belu.

Erni tak kuat saat menceritrakan pengalamannya melihat anak korban perkosaan.

Dia berulang kali menyeka air mata ketika menceritrakan bagaimana bocah-bocah diperkosa oleh orang-orang terdekat, termasuk ayah kandungnya.

"Saya kalau bicara ini saya mengangis. Coba bayangkan, anak kecil sambil duduk pegang boneka tapi ada darah yang mengalir keluar," ujarnya sembari menyeka air mata.

Menurutnya, sangat dhasyat goncangan yang dialami anak-anak korban perkosaan.

Mereka tidak hanya membutuhkan penegakan hukum terhadap pelaku tetapi bagaimana pemulihan juga.

"Saya mau ketemu anak-anak itu saya takut. Saya takut lihat kondisi anak-anak. Bisa dibayangkan anak-anak itu diperkosa oleh ayah kandungnya dan ibunya takut lalu diam," kata Erni Ganggas dalam diskusi dengan wartawan di Kantor Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi (PPSE) Keuskupan Atambua, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, kasus-kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur biasanya tidak dianggap biasanya jika hanya membaca atau mendengarnya dalam berita.

"Orang tidak peduli karena tidak lihat langsung. Tapi kalau dia lihat langsung saya jamin tidak ada yang jago dan tidak bisa tahan," ujarnya.

Terkait banyak banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tanggap terhadap perempuan dan anak di Belu maka dibutuhkan segera adanya dibentuknya lembaga pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P2TP2A).

Keberadaan lembaga ini tak hanya memantau proses hukum kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tetapi lebih dari itu adalah mengadvokasi dan membantu pemulihan para korban.

Simak videonya! (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved