Pilkada Manggarai Timur

Demokrat Sarankan Frans Sarong Sosialisasi ke Akar Rumput

Kalangan Demokrat pun menyarankan agar dirinya terus dan gencar melakukan sosialisasi ke akar rumput di Matim.

Demokrat Sarankan Frans Sarong Sosialisasi ke Akar Rumput
DOKUMENTASI PAKET SARNAS
Paket Sarnas saat mendaftar di Kantor DPC Demokrat Matim di Borong, Sabtu (19/8/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, BORONG - Frans Sarong, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Manggarai Timur mengaku sudah membangun komunikasi dengan kalangan Partai Demokrat, baik di tingkat Provinsi NTT maupun pusat.

Kalangan Demokrat pun menyarankan agar dirinya terus dan gencar melakukan sosialisasi ke akar rumput di Matim.

Hal itu disampaikan Frans ketika mendaftar sebagai Bacabup Matim di DPC Partai Demokrat Matim, Sabtu (19/8/2017) siang.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh Demokrat. Mereka sarankan saya supaya rajin turun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi,” kata Frans yang berpasangan dengan John Nahas, Ketua DPD Partai Golkar Matim.

Mantan wartawan Harian Kompas itu berharap kepada pengurus Demokrat Matim untuk bersama-sama dalam satu koalisi demi Matim yang lebih baik.

Bacabup Manggarai Timur, Frans Sarong berada di rumah warga Gurung Liwut, Minggu (20/8/2017). Dia  melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui Pola Lejhong
Bacabup Manggarai Timur, Frans Sarong berada di rumah warga Gurung Liwut, Minggu (20/8/2017). Dia melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui Pola Lejhong (Facebook/Frans Sarong)

Ketua DPC Partai Demokrat Matim, Dami Arsam, dalam sambutannya menyatakan, panitia penyelenggara hanya menjaring sejumlah bakal calon yang mendaftar.

Selanjutnya, kewenangan pengurus partai Demokrat Provinsi NTT dan Pusat yang menentukan sikap dan dukungan Demokrat dalam hajatan Pilkada Matim.

“Kami sebagai panitia di tingkat Kabupaten Manggarai Timur hanya menjaring semua kandidat yang ingin maju dalam pilkada Matim. Selanjutnya, berkas akan diverifikasi lalu kami kirim ke Provinsi dan pusat,” kata Dami.

Dami mengatakan, mengenai koalisi yang nanti akan terwujud dalam pilkada Matim tidak harus ikut pada koalisi tingkat Provinsi.

Koalisi sangat ditentukan melalui kerterpilihan kandidat oleh pemilih yakni seluruh masyarakat Matim.

“Yang memilih pemimpin adalah rakyat Manggarai Timur, bukan hanya kader partai,” kata Dami.

Terkait dengan persoalan teknis, kata dia, sejumlah pasangan yang sudah mendaftar melalui pintu Demokrat akan diadakan seleksi dan pertanggungjawaban visi misi serta tawaran perubahan yang akan dilakukan di Matim.

(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help