Ancaman Miras dan Narkoba bagi Generasi Muda Flobamora

Pesan lain yang mau disampaikan dari pemusnahan barang bukti miras dan narkoba tersebut agar mereka yang masuk

Ancaman Miras dan Narkoba bagi Generasi Muda Flobamora
Pos Kupang/Eflin Rote
Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso memusnahkan secara simbolis miras dan narkoba yang menjadi barang bukti sitaan melalui razia yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT 

POS KUPANG.COM - Pemusnahan miras dan narkoba hasil operasi tahun 2016 dan 2017 yang dipimpin Kapolda NTT, Irjen Pol, Agung Sabar Santoso, Selasa pekan lalu mungkin dipandang sebagai peristiwa biasa oleh sebagian masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi kita peristiwa lumrah itu tetaplah membawa pesan sangat kuat tentang ancaman miras dan narkoba yang selalu menghantui masyarakat terutama generasi muda.

Pesan lain yang mau disampaikan dari pemusnahan barang bukti miras dan narkoba tersebut agar mereka yang masuk kelompok usia produktif hendaknya menjauhi miras dan narkoba yang merusak produktivitas mereka.

Anak dan remaja tetaplah kelompok yang paling rentan. Jika anak-anak dan remaja kita sudah kecanduan miras maka akan menjadi generasi alkoholik.

Generasi muda atau kaum sebaya yang sudah terjerat narkoba, maka masa depannya akan suram karena zat adiktif pada obat terlarang dan narkotika akan menebarkan ketergantungan. Dari sana bisa memicu tindak kekerasan serta tindak pidana lainnya.

Kita tentu berharap agar para orangtua selalu waspada dan serius memperhatikan anak-anak mereka. Anak jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas yang dekat dengan miras, narkoba dan tindak kriminal.

Hal lain yang cukup mengejutkan ternyata barang bukti miras dan narkoba hasil operasi tim Narkoba Polda NTT cukup banyak.

Data yang dirilis saat acara pemusnahan, selain miras lokal, dimusnahkan pula sebanyak 6.132 botol miras golongan A (kadar alkohol di atas lima persen) dan miras golongan B (kadar alkohol di bawah satu persen) sebanyak 1.680 botol.

Selain miras, terdapat obat-obatan terlarang terdiri dari obat somadril 1.430 butir, tramadol 539 butir, metadon cair 480 mil, valesambe enam tablet, ganja 12 paket, shabu shabu dua paket kecil tujuh gram yang jika dikonversi dalam nilai rupiah harganya bisa mencapai ratusan juta.

Kita menggarisbawahi pernyataan Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso.
untuk melakukan segala upaya demi mencegah peredaran narkoba di wilayah ini. Satu di antaranya memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dengan negara tetangga.

"Kita harus keroyok perbatasan dan tidak boleh ada satu gram pun narkoba yang masuk baik dari jalur darat, udara maupun laut. Belajar dari daerah lain seperti Banten yang modus peredaran narkoba melalui jalur laut, dan itu memungkinkan terjadi di wilayah kita. Kita harus perkuat semua lini meskipun dalam keterbatasan," kata Kapolda.

Seluruh masyarakat Flobamora hendaknya bahu-membahu memerangi miras dan narkoba. Kiranya kita sepakat bahwa tugas maha berat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help