Desainer Nasional Handy Hartono Cinta Kain Tenun NTT

Ini yang dikatakan seorang desainer nasional tentang kain tenun asal NTT. Mau tahu komentarnya?

Desainer Nasional Handy Hartono Cinta Kain Tenun NTT
Pos Kupang/Gordi Donofan
Sekretaris Dekranasda NTT, Bunga Anne Marlyn dan Desainer Nasional (tengah) dan CSR Organizer Saat memberikan keterangan kepada Awak media di Kantor Dekranasda NTT, Jumat(18/8/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM, KUPANG - Desainer Nasional, Handy Hartono mengaku bangga dan senang dengan kain tenun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengatakan hal itu, ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Dekranasda NTT pada Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 11.00 Wita.

Katanya, kain tenun asal NTT itu sangat unik dan menarik. Sehingga Ia datang untuk melaksanakan even bertajuk " NTT For The New World" yang akan digelar oleh Dekranasda NTT dan CSR Organizer sebagai penyelenggara serta Timor Creative People (TCP) Model's Kupang.

"Saya mencintai kain tenun tradisional NTT. Saya pernah mempromosikan kain tenun NTT baik dalam maupun ke luar Negeri. Seperti kain tenun asal Sumba Timur. Untuk sekarang saya tampilkan tenun Flores Maumere, Alor, Sumba," ujarnya.

Ia mengaku, datang dari Jakarta dengan membawa 100 kain tenun model yang akan diperagakan di Pool Belinn Kristal Kupang pada Sabtu (19/8/2017).

"Saya senang sekali dengan tenunan NTT. Saya itu pencinta kain tenun tradisional dan kita itu harus bangga dengan apa yang kita punya. Karena negara lain itu tidak seperti kita. Di sana yang pernah saya ikut, fashion week inikan salah satu yang paling bagus mempromosikan fashion tenun apa yang kita punya," tutupnya.

Event yang akan digelar esok, Sabtu (19/8/2017) itu akan menampilkan model-model dengan meperagakan baju modifikasi dari tenun yang menjadi trade center atau fashion style yang akan diperkenalkan dan diperagakan di kanca dunia dalam fashion Week di Moscow dan Vienna pada Agustus dan September 2017. (*)

Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help