PosKupang/

Warga Translok Ada Yang Tidak Menetap di Pulau Besar

Ternyata ada juga warga yang enggan menempati perumahan yang disiapkan pemerintah di lokasi translok, Pulau Besar, Maumere

Warga Translok Ada Yang Tidak Menetap di Pulau Besar
Pos Kupang/Aris Ninu
PEMUKIMAN TRANSLOK--Pemukiman translok di Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Gambar diambil hari Selasa (3/7/2012).

Laporan wartawan Pos Kupang, Felix Janggu

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Ratusan rumah yang dibangun bagi pengungsi Palue di Pulau Besar sampai saat ini tidak berpenghuni. Masyarakat pengungsi enggan menempatinya.

Karena tidak ditempati, maka bangunan rumah panggung tersebut dikhawatirkan akan segera rusak.

Karena itu, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga mengusulkan pengungsi membuat surat pernyataan dan rumah-rumah diberikan kepada masyarakat lokal.

Namun hasil konsultasi dengan pemerintah pusat, kata Rafael Raga, rumah tersebut tidak bisa dialihkan.

Rumah tersebut tetap menjadi rumah para pengungsi. "Anggap saja jadi rumah singgah para pengungsi," kata Rafael Raga kepada wartawan di Kantor Bupati Sikka Jumat (11/8/2017).

Letusan Gunung Rokatenda, kata Rafael Raga, merupakan masalah Laten. Setiap saat pasti akan meletus.

Karena itu, cara menanggulanginya berbasis mitigasi bencana. Tempat penampungan sementara ketika terjadi bencana.

Dengan membangun tenda siap pakai. Masyarakat bisa menginap di tempat itu, bisa melihat kebun mereka di tempat itu, dan sekolah di tempat itu.

Di sekitar Gunung Egon, juga bisa dibangun di Glak, Kecamatan Mapitara. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help