PosKupang/

Otnial Neunane Berhenti Makan Sirih Pinang demi Sekolahkan Anak, Hasilnya Mengagumkan

Demikian pengakuan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Otnial Neunane, S.Tp, Jumat (11/8/2017) siang.

Otnial Neunane Berhenti Makan Sirih Pinang demi Sekolahkan Anak, Hasilnya Mengagumkan
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Otnial Neunane 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE - Sejak berhenti merokok dan makan sirih pinang, uangnya saya pakai untuk biayai anak sekolah. Anak kakak saya, saya biayai sekolah di Stagma Malang dan sekarang sudah jadi pegawai.

Demikian pengakuan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Otnial Neunane, S.Tp, Jumat (11/8/2017) siang.

Otnial mengaku sudah merokok sejak duduk di bangku SMP dan makan sirih pinang sejak SD. Karena memakan sirih pinang itu adalah kebiasaan orang Timor.

"Setelah saya analisa dan renungkan akhirnya tahun 2001 saya berkomitmen berhenti memakan sirih pinang dan juga stop merokok. Dan komitmen itu saya lakukan sampai sekarang," kata Otnial.

Menurut Otnial, merokok sama seperti membakar uang dan makan sirih pinang seperti membuang uang ke tanah.

Otnial mengatakan, makan sirih pinang itu memang kebiasaan orang Timor dan hal itu tidak salah. Yang salah adalah karena tidak menanam sirih pinang.

Mulai dari urusan adat, atau menjalani kehidupan sehari-hari, selalu memakan sirih pinang.

"Orang datang ke rumah, mesti suguhkan sirih pinang terlebih dahulu sebelum keluarkan teh, kopi dan sebagainya. Ketemu di jalan juga saling memberi sirih pinang," kata Otnial.

Imbauan saya, silakan makan sirih pinang kapan saja, tapi menanamlah sirih dan pinang.

Otnial berharap masyarakat TTS lebih bijak saat ingin membeli dan mengonsumi sirih pinang.

Jangan sampai masyarakat lebih banyak membeli sirih pinang ketimbang membeli susu dan makanan bergizi bagi anak-anaknya.

"Jangan sampai anak di rumah gizi buruk, tapi orangtuanya terus beli dan memakan sirih pinang dalam jumlah besar," kata Otnial. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help