PosKupang/

Makan Sirih Pinang, Setiap Warga TTS Bisa Habiskan Rp 7,2 Juta

dengan uang Rp 7,2 juta itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anak sekolah atau tambahan makan minum di rumah, atau untuk membeli susu bagi anak bali

Makan Sirih Pinang, Setiap Warga TTS Bisa Habiskan Rp 7,2 Juta
novemy leo
SIRIH PINANG -Sejumlah warga SoE sedang membeli sirih pinang, di Jalan A Yani SoE, TTS, Kamis (10/8/201) malam. 

POS KUPANG.COM SOE-  "Silakan makan sirih pinang kapan saja boleh tapi harus diikuti keinginan masyarakat menanam sirih dan pinang."

Demikian himbauan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultra Kabupaten Timor Tengah Selatan, Otnial Neunane, S.Tp.

Menurutnya, dengan menanam sirih dan pinang maka yang bersangkutan bisa panen dan tidak harus mengeluarkan uang untuk membelinya.

"Minimal setiap hari satu orang bisa habiskan uang Rp 20 ribu untuk membeli sirih pinang. Belum lagi jika merokok harus beli rokok.

Bayangkan kalau satu hari keluarkan Rp 20 ribu maka satu bulan Rp 600 ribu dan satu tahun Rp 7,2 juta untuk beli sirih pinang," kata Otnial saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, dengan uang Rp 7,2 juta itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anak sekolah atau tambahan makan minum di rumah, atau untuk membeli susu bagi anak balita.

"Uang Rp 7,2 juta itu banyak. Kalau dipakai membeli makan minum dan susu bagi anak maka anak tidak alami gizi buruk. Jangan sampai anak gizi buruk lalu yang penting bapa-mama terus beli dan makan sirih pinang atau beli rokok," kritik Otnial.

Dia mengaku sudah merokok sejak duduk dibangku SMP dan makan sirih pinang sejak SD karena makan sirpin adalah kebiasaan orang Timor.

"Setelah saya analisa dan renungkan lalu tahun 2001 silam, saya berkomitmen berhenti makan sirih pinang dan stop merokok," kata Otnial.

Menurutnya, mengisap rokok seperti membakar uang dan memakan sirih pinang seperti membuang uang ke tanah.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help