PosKupang/

KONI NTT dan Perkemi Beri Penghormatan Terakhir Sensei Barnabas nDjurumana Pahlawan Olahraga NTT

Saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi NTT dan masyarakat NTT mengukuhkan Sensei Barnabas nDjurumana, SH sebagai Pahlawan dan Tokoh Olahraga Provin

KONI NTT dan Perkemi Beri Penghormatan Terakhir Sensei Barnabas nDjurumana Pahlawan Olahraga NTT
Fery Ndoen
Suasana saat penghormatan terakhir almarhum Sensei Banabas nDjurumana, SH, di Gedung KONI NTT, Jumat (11/8/2017) sebelum diberangkatkan ke tanah kelahiran di Lewa, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur-NTT 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - SENSEI Barnabas nDjurumana, SH (alm) dikukuhkan sebagai Bapak dan tokoh olahraga Provinsi NTT.

Pengukuhan Barnabas nDjurumana oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnoni, SH, Msi yang juga Wakil Ketua Umum KONI NTT saat bertindak sebagai inspektur upacara (irup), pada upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Barnabas nDjurumana, SH, di Gedung KONI, NTT, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Jumat (11/8/2017).

Bertindak sebagai komandan upacara, Kabid Sport Science KONI NTT, Dr. Johni Lumba, M.Pd saat pelepasan jenazah Sensei  Nabas menuju tanah kelahirannya, di Lewa, Kabupaten Sumba Timur.

Hadir memberikan penghormatan, Pengurus Besar (PB) Perkemi Ben Sukmanto, mewakili Ketum PB Perkemi Hendra Kartasasmita, Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, Ketum Pengprov Perkemi NTT, Ir. Esthon Foenay, pengurus KONI, Drs. Umbu Saga Anakaka, Theo Widodo, Ir. Moh. Ansor, David Radja, Dr. Lukas Boleng, Marten Bana, Miky Natun, MSc, tokoh olahraga Drs. Max Wora, sejumlah pengurus provinsi cabang olahraga, istri dan anak almarhum Simpai Nabas, para kenshi dan ribuan masyarakat yang masih setia mengawal sang maestro pionir kempo di NTT untuk diberangkatkan ke Waingapu, Sumba Timur.

"Saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi NTT dan masyarakat NTT mengukuhkan Sensei Barnabas nDjurumana, SH sebagai Pahlawan dan Tokoh Olahraga Provinsi NTT," kata Wagub NTT, Benny Litelnoni sebelum sesi mengheningkan cipta bagi almarhum Simpai Nabas.

Wagub Benny Litelnoni sempat bercerita bagaimana seorang Nabas yang juga seorang atlet kempo saat kuliah di Semarang, Jateng membela provinsi itu. Namun kecintaan terhadap NTT maka tahun 1977 ia kembali ke bumi Flobamora merintis olahraga kempo sekaligus mengembangkannya. Dan cabor kempo di NTT telah menharumkan nama rakyat Flobamora bahkan mengharumkan nama rakyat Indonesia di kencah internasional.

"Beliau hingga akhir hayatnya tetap komit membangun, mengembangkan dan membesarkan cabor kempo di NTT
Dan karya terbesar dan menjadi karya terakhir Sensei Nabas bagi bangsa dan negara, yakni mendampingi kenshi Tim NTT- Indonesiat sekaligus mengharumkan nama Indonesia, di Kejuaraan Dunia Kempo, World Taiki Shorinji Kempo, di San Mateo, California Amerika Serikat. Hasil yang diperoleh
sangat spektakuler, yakni mendulang 3 medali emas, 1 perak dan 2 medali perunggu," kata Litelnoni.

 Ben Sukmanto, dan sejumlah anggota PB Perkemi mewakili Ketua Umum PB Perkemi, Hendra Kartasasmita  saat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Sensi Nabas nDjurumana menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sensei Nabas nDjurumana, SH tokoh pendiri olahraga beladiri kempo di NTT. (fen)

Penulis: Ferry_Ndoen
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help