Hentikan Perundungan di Kampus

Setelah mendapatkan kecaman, pihak kampus bersangkutan mengantongi nama-nama pelaku perundungan untuk

Hentikan Perundungan di Kampus
the new paper
Ilustrasi 

Oleh: Fanny S Alam
Bhinneka Nusantara Foundation Region Bandung

POS KUPANG.COM -- Berita kasus perundungan (bullying) terhadap seorang mahasiswa yang terekam dalam video sangat mengejutkan, terlebih hal tersebut terjadi pada mahasiswa berkebutuhan khusus (autisme) serta dilakukan di salah satu kampus universitas swasta di Depok.

Setelah mendapatkan kecaman, pihak kampus bersangkutan mengantongi nama-nama pelaku perundungan untuk ditindaklanjuti.

Universitas sebagai institusi pendidikan tertinggi yang seharusnya dapat mereduksi perilaku negatif mahasiswa. Kenyataannya universitas belum mampu mencegah tindakan tersebut. Masih ada kasus perundungan senior terhadap junior di beberapa institusi tertinggi pendidikan bahkan berakhir dengan penyiksaan fisik hingga kematian.

Penanganan oleh universitas atau kampus yang bersangkutan belum mampu meredam perilaku ini sebagian karena mereka menganggap hal tersebut wajar dilakukan oleh senior terhadap junior dan dianggap tradisi turun-menurun.

Perilaku perundungan sebenarnya dapat dilihat dari cara bagaimana orientasi penerimaan mahasiswa baru dilakukan hingga bagaimana tindakan ini berkelanjutan hingga mahasiswa baru kuliah.

Tidak hanya tentang senior junior, namun tindak perundungan rentan terjadi pada kelompok mahasiswa sebaya yang memperlihatkan dominasi keelompok yang lebih kuat terhadap kelompok yang dianggap dianggap lemah.

Universitas seharusnya memantau ini karena perannya sebagai institusi pendidikan tertinggi yang lulusannya merupakan agen pelanjut pembangunan negara dalam jangka panjang.

Perundungan biasanya dilakukan dengan tujuan mengintimidasi seseorang yang lebih lemah. Pelaku perundungan mengetahui kelemahan teman sebayanya yang kebetulan menderita autisme, merendahkan, hingga melecehkan.

Kasus perundungan menjelaskan adanya dominasi pihak kuat terhadap individu yang kurang memiliki dominasi dengan memperlihatkan perilaku agresif (Craig, Pepler, Atlas, 2000).

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help