PosKupang/

Banyak Pasien Gawat Darurat di Kabupaten Nagekeo Tidak tertolong, Ternyata Karena Masalah Ini

Pasien yang membutuhkan tindakan cepat antara lain penderita serangan jantung, sesak napas, kecelakaan dan ibu-ibu melahirkan.

Banyak Pasien Gawat Darurat di Kabupaten Nagekeo Tidak tertolong, Ternyata Karena Masalah Ini
wikimediacommons
wikimediacommons Ilustrasi dokter 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Jarak yang cukup jauh ke Puskeamas dan kondisi jalan yang rusak menyebabkan banyak pasien gawat darurat (GD) di Kabupaten Nagekeo tidak tertolong.

Pasien yang membutuhkan tindakan cepat antara lain penderita serangan jantung, sesak napas, kecelakaan dan ibu-ibu melahirkan.

Keluhan tentang jangkauan pelayanan medis dan kondisi jalan menuju rumah sakit yang rusak disampaikan beberapa warga Mbay.

Keluarga mereka menjadi korban dari kesulitan akses ke puskesmas yang setahun lalu pelayanan dipindahkan ke Gedung Rumah Sakit Umum di Aeramo.

Berdasarkan data yang dihimpun Pos Kupang, sudah ada tiga kasus pasien gawat darurat meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Aeramo.

 Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo, dr. Elya Dewi, ketika ditemui di Gedung DPRD Nagekeo, Senin (7/8/2017), mengatakan, kondisi jalan yang rusak dan jangkauan pelayanan yang cukup jauh ke pusmesmas memang menyulitkan pasien gawat darurat untuk segera mendapatkan pertolongan.

Dewi berharap, ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan menuju Rumah Sakit Aeramo karena jalan itu satu-satunya akses bagi masyarakat dari Mbay ke rumah sakit.

Namun harapan dr. Dewi cukup sulit dipenuhi segera mengingat kewenangan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang menghubungkam Trans Utara Flores itu ada di pemerintah pusat.

Sementara soal jarak, dr. Dewi mengatakan, memang cukup jauh bagi warga Mbay karena pelayanan Puskesmas Danga untuk sementara dilakukan di Aeramo.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help