PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Merasa Dirugikan, Pembeli Rumah Laporkan Dirut PT Imperial Timor Property, Begini Tanggapan Samuel

Hendriyanus Rudyanto Tonubessi mengatakan, kliennya sembilan orang merasa dirugikan dengan total uang sebesar Rp 3 M lebih.

Merasa Dirugikan, Pembeli Rumah Laporkan Dirut PT Imperial Timor Property, Begini Tanggapan Samuel
POS KUPANG/ANDRI ATAGORAN
Pembeli melalui kuasa hukum, Drs Hendriyanus Rudyanto Tonubessi, SH, MHum (kedua dari kiri) melaporkan Direktur Utama PT Imperial Timor Property, Samuel Kristian Luan, di Polres Kupang Kota, Senin (7/8/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sebanyak sembilan orang  pembeli rumah di Perumahan Imperial Mansion, Kelurahan Namosain, Kupang, yaitu Andre Wenzano, Karyadi, Asrul, Ricko Unbanunaek, I Gusti Ketut Yasanegara, Ngurah Budiastika, Arwin Hardila Putra, Haryanto Buchari, dan Toni Wicaksono melaporkan Direktur Utama PT Imperial Timor Mansion, Samuel Kristian Luan di Polres Kupang Kota, Senin (7/8/2017).

Kuasa hukum pelapor, Drs Hendriyanus Rudyanto Tonubessi, SH, M.Hum mengatakan, kliennya sembilan orang merasa dirugikan dengan total uang  sebesar Rp 3 miliar lebih.

“Klien saya yang tertarik dengan promosi perumahan Imperial Mansion membuat perjanjian dengan pihak Imperial Mansion, bahwa dalam waktu setahun pihak Imperial Mansion harus sudah menyediakan rumah untuk klien saya,” ujar Rudy.

Namun kurun waktu setahun berjalan, Rudi menambahkan, pihak Imperial Mansion tidak memenuhi perjanjian menyediakan rumah tersebut.  

“Sementara semua klien saya ini telah membayar hampir 80%. Ketika dijanjikan untuk dipenuhi dalam waktu-waktu berikutknya juga tidak kunjung terealisir,” kata Rudy. 

Oleh karena itu, Rudy mengatakan,  beberapa langkah telah ditempuh kliennya di antaranya melakukan pendekatan persuasif, dan terakhir kedua belah pihak pada 14 Mei 2016 sepakat membatalkan perjanjian tersebut dengan syarat pihak Imperial Mansion mengembalikan sejumlah uang yang telah dibayarkan kliennya.

“Pak Samuel menyatakan bersedia mengembalikan seluruh uang setoran yang pernah dia terima dengan memberikan cek kosong selama lima bulan sejak 14 Mei sampai 14 Oktober 2016 dan apabila jatuh tempo cek itu tidak bisa dicairkan, Pak Samuel akan memberikan jaminan sertifikat. Ternyata cek itu tidak bisa dicairkan dan sampai sekarang setifikat hak guna bangunan juga masih atas nama Pak Samuel,” kata Rudy.

Sebelumnya, Rudy menambahkan pihaknya telah melakukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Kupang pada 29 Mei 2017 dengan nomor registrasi perkara 118/Pdt.G/2017/PN.Kpg.

 “Klien kami pada 9 November 2016 juga sudah melaporkan Samuel ke Polda NTT tetapi juga mentok,” kata Rudy.

Halaman
12
Penulis: Andri Atagoran
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help